loading...
Loading...
pexels.com

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM– Bandara Internasional Adi Soemarmo segera membuka rute baru Solo-Kuala Lumpur. Rencananya, pembukaan rute baru tersebut akan dilakukan tanggal 18 September 2019 kerjasama dengan maskapai penerbanhan Malaysia Airlines.

Menurut General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Adi Soemarmo, Abdullah Usman, pembukaan rute baru Solo-Kuala Lumpur tersebut merupakan dampak positif dari keberadaan KA Bandara di Bandara Adi Soemarmo.

“Akan segera dioperasikan, rencananya akan ada penerbangan dua kali dalam seminggu (reguler). Dengan adanya rute tersebut juga berpotensi untuk membuka rute Solo-Singapore. Dan kami menawarkan rute tersebut ke maskapai lain,” paparnya, Rabu (11/9/2019).

Baca Juga :  Karyawan Favehotel Solo Berlatih Menggunakan APAR

Usman memgakui, kemajuan Bandara Adi Soemarmo saat ini meningkatkan potensi pembukaan rute-rute baru penerbangan. Terutama ke 10 negara di Asia dan Australia.

“Ke depan kita tidak hanya Kuala Lumpur, tetapi potensi SOC ini bisa sampai ke 10 Negara Asia dan 4 Kota Australia, dimana titik tersebut masuk dalam jangkauan Airbus 330. Dengan fasilitas yang ada saat ini kenapa tidak kita tawarkan. Meski nanti yang kita jual masih tetap Borobudur. Karena selama ini, orang-orang kalau mau ke sana harus lewat Bali atau Jakarta dulu,” paparnya.

Usman menambahkan, keberadaan KA Bandara akan memudahkan penumpang langsung menuju ke Borobudur.

Baca Juga :  Tekan Resiko Lakalantas, Gojek Kukuhkan Tim Rescue Gojek Solo Raya

“Nanti bisa langsung menuju Stasiun Tugu Jogjakarta. Rencananya jalur KA Stasiun Tugu – Magelang akan dibuka kembali untuk memfasilitasi wisatawan baik domestik maupun mancanegara untuk lebih mudah pergi ke Borobudur,” tandasnya.

Sementara itu, Direktur Operasi PT Angkasa Pura I, Wendo Asrul Rose menyampaikan, di semester pertama 2019 memang ada penurunan penumpang sebesar 48 persen jika dibandingkan semester pertama 2018. Diakuinya, penurunan disebabkan oleh keberadaan jalan tol dan harga tiket pesawat yang terjadi di awal 2019.

“Tapi kami akan terus mengembangkan Bandara. Saat di weekday penggunaan slot kita hanya 40 persen dan di weekend sebesar 65 persen. Artinya masih ada sisa, bahkan kita siap jika ada lonjakan penumpang dua kali lipat. Saat ini rata-rata penggunaan take off-landing hanya 12 slot perjam. Kemudian untuk apron kta nambah 5 unit, sehingga totalnya 15 apron. Tinggal gimana kita mengkonsep penumpang untuk datang ke Solo. Dengan jarak tempuh dan fasilitas yang tersedia kita siap sampai Beijing dan Australia paling ujung. Terlebih Solo memiliki transportasi antarmoda yang sudah bagus,” tukasnya. Triawati PP

Loading...