JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Bappenas: Ibu Kota Baru Tidak Mengandung Batu Bara, Gambut dan Titik Panas

Ibu kota baru mengusung desain ramah lingkungan. Foto: twitter @jokowi via Republika.co.id
Ibu kota baru mengusung desain ramah lingkungan. Foto: twitter @jokowi via Republika.co.id

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM — Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengklaim kawasan ibu kota baru bebas dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Menteri Bappenas, Bambang Brodjonegoro menyebut tak semua wilayah Penajem terpapar potensi karhutla.

Bappenas mengklaim telah melakukan kajian menyeluruh. Daerah seluas 40 ribu meter persegi di Sepaku yang akan dijadikan pusat pemerintahan terbebas dari segala potensi kerusakan lahan.

“Jauh, karena tidak mengandung batu bara, gambut, titik panas, dan jauh dari hutan yang pernah ada riwayat terbakar di masa lalu,” katanya usai membuka 55th International Society of City and Regional Planners (ISOCARP) World Planning Congress di Bogor, Jawa Barat, Senin (9/9/2019).

Baca Juga :  Ini 9 Langkah Antisipasi LIPI Soal Pilkada di Tengah Pandemi Corona

Bambang mengatakan ibu kota baru mengusung desain ramah lingkungan sehingga mayoritas pusat kota akan menjadi ruang terbuka hijau. Meski belum masuk rencana pembangunan jangka menengah, Kalimantan Timur menjadi satu dari pusat pembangunan metropolitan Indonesia.

Sebanyak 10 kota akan menjadi percontohan dalam lima tahun kedepan. Enam kota berada di luar Jawa dan empat kota di Jawa. Pembangunan memfokuskan pada peningkatan pendapatan per kapita masyarakat seiring dengan urbanisasi.

“Karena urbanisasi terbukti meningkatkan taraf ekonomi, perekonomian,” kata Bambang.

Namun, ada anomali di Indonesia. Rata-rata kota di dunia mengalami pertumbuhan pendapatan per kapita hingga rata-rata 2,5 persen seiring dengan satu persen urbanisasi. Indonesia hanya tumbuh 1,4 persen per satu persen urbanisasi.

Baca Juga :  Ketua KPU dan Sejumlah Komisioner Positif Covid-19, Pilkada 2020 Tetap Jalan Sesuai Jadwal

“Kita ingin memperkecil gap itu, mencari tahu kenapa, maka kita fokus lima tahun kedepan untuk itu, termasuk di ibukota baru,” kata Bambang.

Bappenas melihat kepadatan penduduk telah menjadi salah satu krisis krusial di kota-kota besar di Indonesia, khususnya Jakarta. Lebih dari lima kota besar di Indonesia berada di wilayah yang berdekatan sehingga membawa ketidakseimbangan.

Bappenas juga ingin mengenalkan konsep metropolitan yang baru. Bukan hanya dikenal sebagai kota besar, namun kota yang terintegrasi dengan sekitarnya sehingga jadi satu kesatuan fungsional.

www.republika.co.id