loading...
Loading...
Ilustrasi padi. Pixabay

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM- Para petani beras hitam di Karanganyar, terancam mulai habis. Pasalnya jumlah petani yang menanam komoditas itu dari tahun ke tahun mengalami penurunan cukup signifikan.

Tidak stabilnya harga beras yang sempat menjadi idola para petani itu menjadi pemicu petani mulai mreteli dan ogah lagi menanam beras hitam.

Ketua kelompok tani (Poktan) Gemah Ripah, Sri Murtani mengatakan, awalnya jumlah anggota Poktan ada 55, namun saat ini yang menanam beras hitam hanya satu dua petani saja.

Baca Juga :  Selamatkan Lingkungan, Ratusan Mahasiswa Biologi UNS Lakukan Pendataan Burung di Ngargoyoso 

Menurut Murtini, para petani mulai melirik dan menanam beras hitam, pada tahun 2008 lalu.

Saat itu hampir sebagian petani menanam beras yang cukup menjanjikan ini, terutama di Karangpandan. Saat itu, lanjutnya harga beras hitam mencapai Rp18.000 per kilogram

“Sekitar 2008 peluang permintaan beras hitam cukup banyak. Seluruh anggota poktan menanam beras hitam karena peluangnya sangat menjanjikan,” kata dia kepada wartawan.

Namun, di beberapa tahun terakhir ini,harga beras hitam menurun drastis. Harga beras hitam normalnya Rp 18.000 per kilogram dan kini turun menjadi Rp 10.000 per kilogram.

Baca Juga :  Jelang Pelantikan Presiden, 450 Polisi di Karanganyar Bakal Dikerahkan Amankan  Sejumlah Obyek Vital dan Titik Massa. Ada Apa? 

Penurunan harga tersebut membuat petani beralih menanam beras putih yang memiliki harga stabil dari pada beras hitam.

“Petani sekarang malas menanam padi hitam karena harganya tidak stabil. Para petani beralih menanam beras putih,” katanya.

Ditambahkannya, hingga memasuki musim tanam ke tiga ini dari data yang di himpun  hanya ada seorang petani yang masih bertahan menanam beras hitam yakni Dukut Nyoto Pawiro (68).

Baca Juga :  Di Balik Ganasnya Jalur Solo-Tawangmangu Yang Banyak Renggut Korban Nyawa. Begini Analisa dan Imbauan Kasatlantas Karanganyar!

Menurut  Dukut, dirinya masih bertahan menanam beras hitam lantaran adanya permintaan dari luar kota.

“Saya masih tetap menanam beras hitam. Tapi tidak di semua lahan yang saya miliki. Hanya 1200 meter persegi,” terangnya.

Dukut juga mengakui, sampai saat ini,  beras hitam masih banyak yang memesan meski, harganya murah.

“ Saya masih sering dapat pesanan meski dengan harga rendah,” tandasnya. Wardoyo

Loading...