JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Bupati Sragen Larang Rapat Dinas Suguhkan Air Mineral Kemasan. PNS Diminta Bawa Botol Minum dari Rumah 

Bupati Sragen saat memimpin gerakan pungut sampah dalam rangka peringatan world clean up day Sabtu (21/9/2019). Foto/Wardoyo

IMG 20190921 WA0005 800x600
Bupati Sragen saat memimpin gerakan pungut sampah dalam rangka peringatan world clean up day Sabtu (21/9/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati meminta bagian rumah tangga di semua dinas untuk mulai menanggalkan sajian air mineral kemasan setiap acara rapat. Sebaliknya, para PNS diminta untuk membawa botol air minum sendiri dari rumah.

Hal itu disampaikan Yuni saat memimpin peringatan hari bebas sampah sedunia atau world clean up day di Pemkab, Sabtu (21/9/2019) tadi pagi. Dalam kegiatan tadi pagi, bupati mengumpulkan semua jajaran PNS di semua dinas untuk serempak melakukan pembersihan dan memungut sampah di wilayah Pemkab.

Selain itu, Yuni mengatakan salah satu prioritas Pemkab adalah menekan jumlah sampah plastik. Yakni dengan menyosialisasikan kepada masyarakat yang belanja ke pasar untuk mulai membiasakan membawa tas atau keranjang sendiri dari rumah.

Baca Juga :  10.000 Dosis Vaksin Sinovac Sudah Tiba di Sragen Malam Ini. Yang Dapat Suntikan Pertama Ada 4.980 Orang, Diperkirakan Dimulai Pekan Depan!

Hal itu dimaksudkan untuk mengurangi pembelian kantong plastik yang bisa menambah produksi sampah plastik. Selain itu, PNS di masing-masing dinas diharapkan juga ikut mendukung dengan membawa botol air minum dari rumah.

“Di setiap rapat, air mineral kemasan harus mulai ditinggalkan. Saya sudah minta bagian rumah tangga di semua dinas untuk tidak lagi menyediakan air mineral kemasan. Semua PNS harus mau itu,” paparnya kepada wartawan.

Baca Juga :  Kabar Duka, 2 Warga Sragen Kembali Meninggal Dunia Hari Ini Positif Terpapar. Berasal dari Jenar dan Krikilan Masaran, Jumlah Warga Meninggal Capai 250

Bupati Yuni juga menyampaikan apabila semua PNS dan semua pihak berkomitmen dan konsisten menaati imbauan itu, ia meyakini secara bertahap produksi sampah plastik di Sragen bisa ditekan.

“Walaupun mungkin akan ada yang dirugikan yaitu pabrik air mineral,” ujarnya setengah berkelakar.

Yuni menambahkan gerakan pungut sampag tadi pagi merupakan bagian tanggungjawab semua elemen di Sragen untuk memeringati hari bebas sampah alias world clean up day.

“Ini gerakan serentak di seluruh dunia. Di Sragen kami menggerakkan seluruh PNS dan kelompok masyarakat untuk memungut sampah,” tandasnya. Wardoyo