loading...
Loading...
Kondisi kaca depan Bus Eka tampak berlubang dan pecah akibat kecelakaan maut di Ring Road Sragen. Sopir mengaku ada lemparan batu misterius dan memicu kecelakaan. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM- Tim Polsek Sidoharjo mengamankan tiga bocah usia belasan tahun asal sekitar Purwosuman, Sidoharjo. Ketiga bocah usia SMP itu diamankan lantaran dilaporkan telah melempari Bus Eka dengan batu.

Aksi pelemparan terjadi dua malam lalu. Ketiga bocah yang masih berusia 12 dan 13 tahun itu, melempari Bus Eka jurusan Yogya-Surabaya dari atas jembatan layang di wilayah Desa Purwosuman, Sidoharjo.

Baca Juga :  Geger Penemuan Mayat Tergetelak di Sawah Karangmalang Sragen. Warga Penemu Sempat Ketakutan 

Beruntung, lemparan tak sampai berakibat fatal meski sempat mengenai kaca dan mengalami kerusakan. Tak ada korban jiwa dalam insiden itu.

“Iya, benar ada tiga anak yang sempat kami amankan. Mereka melempari Bus Eka dari atas Jembatan Layang Purwosuman,” papar Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kapolsek Sidoharjo Iptu Zainal Arifin, Kamis (5/9/2019).

Baca Juga :  Pilkada Sragen 2020, Golkar Akhirnya Putuskan Siap Maju Sendiri. Ada Enam Kandidat Sementara Yang Masuk Bursa 

Data yang dihimpun Joglosemarnews.com, aksi pelemparan itu terjadi sekitar pukul 23.00 WIB malam. Celakanya, seusai dilempar, bus kemudian keluar exit tol pungkruk dan langsung melapor ke Polsek.

Tak butuh waktu lama, tim berhasil meringkus tiga bocah yang terindikasi melakukan pelemparan. Namun karena masih di bawah umur, kasus itu akhirnya diselesaikan dengan kekeluargaan.

Baca Juga :  Kasus Boikot Hajatan Gegara Pilkades di Hadiluwih, Bupati Sragen Minta Ketua RT Diawasi. "Kalau Terjadi Lagi, Tindak Tegas!" 

“Anaknya masih usia 13 tahun. Saat ditanya hanya iseng. Hasil koordinasi akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan, pelaku kita berikan pembinaan,” terang Iptu Zainal.

Kasat Reskrim AKP Harno membenarkan adanya laporan pelemparan bus Eka di Sidoharjo itu. Ia juga menyampaikan karena pelakunya masih anak-anak, akhirnya mereka hanya dilakukan pembinaan dan dikembalikan ke orangtuanya. Wardoyo

 

Loading...