JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Cerita Memilukan Kecelakaan Maut Tewaskan 2 Perempuan Asal Gondang Sragen. Motor Hancur, Korban Terpental Hingga 50 Meter 

Ilustrasi tim Polsek dan PMI Sragen saat mengevakuasi jasad korban yang tewas mengenaskan tertabrak kereta api. Foto/Wardoyo
Ilustrasi tim Polsek dan PMI Sragen saat mengevakuasi jasad korban yang tewas mengenaskan tertabrak kereta api. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Kecelakaan maut yang menimpa dua emak-emak warga Desa Tunggul, Kecamatan Gondang, Sragen, benar-benar memilukan.

Dua ibu muda bernama Sukini (35) dan Ranti (45) itu ditemukan tewas mengenaskan usai tertabrak kereta api di perlintasan kereta tanpa palang di Dusun Kedunglumbu, Desa Pakah, Mantingan, Ngawi, Jatim.

Kedua perempuan yang berprofesi sebagai penjual sayuran itu tewas seketika di lokasi kejadian.

Kecelakaan itu juga menyisakan cerita miris. Menurut keterangan saksi, motor Honda Beat yang dikendarai berboncengan oleh mereka, hancur usai terlindas. Tak hanya itu, jasad kedua korban juga sempat terpental hingga 50 meter.

Sukini merupakan warga Dukuh Klumutan RT 15, Desa Tunggul sedangkan Ranti merupakan warga Dukuh Tunggul RT 12.

Data yang dihimpun di lapangan, kecelakaan maut itu terjadi dua petang lalu, Kamis (19/9/2019) sekitar pukul 17.30 WIB. Ceritanya kedua korban petang itu selesai dari menghadiri hajatan teman seprofesi asal Mantingan.

Baca Juga :  Pemicu Kebakaran Pabrik Sepatu Kalijambe Masih Misteri. Kondisi Masih Berbahaya, Polisi Belum Bisa Lakukan Olah TKP Karena Khawatir Ini!

“Mereka teman sesama jualan sayuran. Saat itu habis njagong di Mantingan. Mereka boncengan dan saat menyeberang perlintasan kereta api tanpa palang di Mantingan, kemudian tertabrak oleh kereta api Brantas. Keduanya meninggal dunia,” papar Kades Tunggul, Gondang, Suntoro, kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Sabtu (21/9/2019).

Menurutnya, keduanya memang warga satu desa tapi beda dukuh. Mereka dimakamkan terpisah di pemakaman umum dukuh masing-masing.

“Ranti dimakamkan pukul 10.00 WIB sedangkan Sukini pukul 15.00 WIB. Di pemakaman dukuh masing-masing,” terang Suntoro.

Sementara menurut saksi mata, korban berboncengan dengan motor Honda Beat. Saat sampai di Dusun Kedung Lumbu, Desa Pakah, Mantingan, Ngawi keduanya melintasi perlintasan kereta api yang tidak berpalang pintu.

Baca Juga :  Emak-Emak Pedagang Pisang di Pasar Gemolong asal Gawan Tanon Positif Terpapar Covid-19. Tertular dari Siswi SMA Depan Rumahnya, Dijemput Pakai Ambulans Puskesmas

Sebelum melintasi perlintasan kereta api, sebenarnya keduanya sempat diperingatkan oleh Joko Warto (40), warga Desa Kedungharjo, Mantingan, Ngawi.

Namun diduga mereka tak mendengar sehingga tetap nekat menyeberang.

“Saya dari arah selatan, tahu ada kereta yang akan lewat dari Timur lalu saya berhenti. Tiba-tiba dari arah depan ada sepeda motor yang akan lewat saya sempat meneriaki. Tapi mereka bablas terus,” jelas Joko kepada wartawan.

Kedua korban langsung disambar kereta api Brantas jurusan Blitar Pasar Senen hingga terlempar sejauh hampir 50 meter.

“Kejadian ini diduga akibat pengendara yang tidak waspada sewaktu akan melintasi perlintasan kereta api yang dalam keadaan tidak berpalang,” terang Kapolsek Mantingan AKP Suparno kepada wartawan. Wardoyo