JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Fadli Zon Kritik Rencana Pindahan Ibukota, Ia Bilang Tak Masuk Akal

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Rencana Presiden Jokowi untuk memindahkan ibukota ke Kalimantan maksimal tahun 2024 dinilai tidak masuk akal.

Penilaian itu dilontarkan oleh Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon. Dia menyebut, target itu sulit untuk dicapai.

“Tapi kalau dia berproses dalam jangka waktu 10-15 tahun, itu masih masuk akal,” ujar Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (3/9/2019).

Dalam rentang waktu itu pun, Fadli menerangkan, harus dengan prasyarat kondisi ekonomi yang baik, utang-defisit, neraca perdagangan, dan persoalan pangan sudah beres.

Baca Juga :  Sri Mulyani Prediksi Indonesia Resmi Alami Resesi pada Akhir September, Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III 2020 Masih Negatif

“Kalau semua masalah itu selesai, baru masuk akal orang memindahkan ibu kota,” ujar politikus Gerindra itu.

Menurut dia, saat ini ada kebutuhan mendasar masyarakat yang lebih mendesak daripada membangun ibu kota baru. Keadaan ekonomi juga masih tumbuh di kisaran 5 persen.

Ekonomi tumbuh minimal 8-12 persen dinilainya baru masuk akal memindahkan ibu kota. “Kalau cuma 5 persen, Presiden tidur saja ekonomi sudah tumbuh 5 persen.”

Baca Juga :  Dibuka Sejak Kamis, Pendaftar Kartu Prakerja Gelombang 9 Sudah Lebih dari 5 Juta Orang. Kuota Hanya 800.000

Presiden Jokowi menargetkan ibu kota baru di Penajam, Kalimantan Timur, bisa selesai sebelum akhir masa jabatannya pada 2024.

Jokowi bahkan sudah merancang tahapannya, yaitu dimulai dengan land clearing, membangun fasilitas-fasilitas infrastruktur, kemudian membangun gedung-gedung pemerintahan.

“Semua kementerian ada, pindah pada 2023. Istana sudah siap, pindah pada 2023 atau maksimal pindah pada 2024,” ujar Jokowi suatu keika.

www.tempo.co