JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Gempa Guncang Kendal dan Temanggung, Bukti Sesar Semarang Masih Aktif

Pusat gempa di Laut Jawa, Kamis (19/9/2019) / tempo.co

BANDUNG, JOGLOSEMARNEWS.COM  – Dalam sehari, Kamis (26/9/2019), terjadi dua gempa sekaligus di wilayah Jawa Tengah. Guncangannya terasa di Kendal hingga Temanggung.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat dua gempa di Jawa Tengah dalam sehari, Kamis, 26 September 2019. Wilayah Kendal hingga Temanggung merasakan guncangannya.

“Ini menjadi pengingat kita semua bahwa struktur Sesar Semarang masih aktif,” kata Kepala Bidang Mitigasi Gempa bumi dan Tsunami BMKG Daryono, Jumat (27/9/2019).

Menurut dia, BMKG mencatat dua gempa Kamis (26/9/2019) pada pukul 14.06.31 WIB dan pukul 22.14.14 WIB di wilayah Kendal hingga Temanggung. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa ini memiliki magnitudo M=3.3.

Episenter atau pusat sumber gempa terletak pada koordinat 7.04 LS dan 110.09 BT.

Baca Juga :  DPP PDIP Bakal Hukum Kader yang Langgar Protokol Kesehatan

“Tepatnya berlokasi di darat pada jarak 17 kilometer barat daya Kendal,” katanya.

Sumber gempa berkedalaman 13 kilometer.

BMKG menyatakan gempa tergolong kerak dangkal (shallow crustal earthquake) akibat aktivitas sesar aktif.

Pembangkit gempa itu diduga kuat adalah sistem Sesar Semarang pada ujung segmen paling barat di selatan Cepiring.

“Karena titik pusat gempa berada di jalur sesar ini,” ujar Daryono lewat keterangan tertulis.

Dampak gempa sesuai peta guncangan (shakemap) BMKG dan laporan masyarakat terasa di Kendal, Cepiring, Kaliwungu, Mangkang, dan Kedu Temanggung dalam skala intensitas II MMI.

Baca Juga :  Sampai 17 September, Jumlah Pendaftar Kartu Prakerja Mencapai 26 Juta Orang

Skala itu menunjukkan getaran gempa dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Gempa menurut BMKG berkekuatan kecil dan tidak terlalu berdampak. Namun menurut Daryono kejadian itu menjadi penanda penting bahwa struktur Sesar Semarang atau sesar naik Semarang (Semarang Thrust) yang melintas di Kota Semarang ini masih aktif sehingga patut diwaspadai.

Sesar Semarang pernah memicu gempa di Kendal, Semarang dan Ungaran pada 19 Februari 1856 pada pukul 09.16 WIB.

Selanjutnya pada 23 Oktober 1865 pukul 02.45 muncul guncangan gempa yang lebih kuat diiringi oleh suara gemuruh. Namun laporan lama itu tidak menyertakan angka besaran dan kekuatan gempa serta guncangannya.

www.tempo.co