JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Hari Agraria, Pemkab Karanganyar Klaim Penanganan Sengketa Tanah Cukup Menggembirakan

Upacara Hari Agraria di Karanganyar. Foto/Humas
Upacara Hari Agraria di Karanganyar. Foto/Humas

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Upacara Peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang Nasional tahun 2019 digelar di halaman kantor ATR/BPN Kabupaten Karnganyar (24/9/2019).

Pada kesempatan yang sama juga diberikan penghargaan Satya Lencana kepada pegawai yang berperan aktif dan memiliki prestasi saat menjalankan pekerjaan.

Reforma agraria, percepatan tata ruang, pengadaan tanah, pengendalian ruang dan penanganan sengketa pertanahan mengalami kemajuan yang diklaim cukup menggembirakan.

Pihak Kementrian Agraria juga menggagas Program transformasi digital.

Di mana layanan pertanahan dapat diakses oleh masyarakat secara elektronik dari mana saja dan kapan saja sehingga menjadi efektif, efisien dan transparan.

Baca Juga :  Jelang HUT TNI Ke 75, Digelar Lomba Menembak Di Bukit Mongkrang Tawangmangu. Dibuka Oleh Danjen Kopassus, Ini Pesannya!

Saat ini 4 layanan elektronik meliputi; Hak Tanggungan, Layanan Informasi, Zona Nilai Tanah, Surat Keterangan Pendaftaran Tanah  dan Informasi Bidang Tanah sudah mulai bisa diakses.

Pengembangan terus dilakukan Pihak Kementrian Agraria untuk meningkatkan performa pelayanan, yaitu dengan mengembangkan layanan online bidang tata ruang dengan nama GISTARU (Geographic Information System Tata Ruang).

Hadir dalam upacara ini Wakil Bupati Karanganyar, Rober Christanto serta jajaran dan Bapak Rober sekaligus sebagai Inspektur Upacara.

Baca Juga :  Kebakaran Hebat Landa Pabrik Plastik di Sroyo Jaten Karanganyar. Karyawan dan Warga Panik Berhamburan, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta

Dalam sambutan Menteri Agraria dan Tata Ruang, Wakil Bupati Rober Christanto nenyampaikan bahwa akan optimis sesuai visi Kementrian Agraria dan Tata Ruang / Badan Pertanahan Nasional tahun 2025 menjadi institusi pelayanan berstandar dunia akan terwujud.

Kemudian target seluruh bidang tanah terdaftar dan digitalisasi seluruh arsip dan warkah selesai.

“Sehingga Kementrian Agararia dan Tata Ruang / Badan Pertanahan Nasioanal akan menjadi pelopor perubahan,” katanya. JSnews