JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Tobat, Oknum Guru SMP di Wonogiri Jadi Pengedar Sabu dan Obat Terlarang

Konferensi pers kasus sabu dan obat terlarang di Mapolres Wonogiri. Dok. Polres Wonogiri
Konferensi pers kasus sabu dan obat terlarang di Mapolres Wonogiri. Dok. Polres Wonogiri

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Dunia pendidikan Kota Sukses tercoreng oleh ulah seorang oknum guru SMP swasta di Kecamatan Tirtomoyo, Wonogiri. Pasalnya oknum guru tersebut menjadi tersangka pengedar sabu dan obat terlarang.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya guru berinisial AN (30) itu kini mendekam di jeruji tahanan Mapolres Wonogiri.

“Saat ini tersangka sudah kami tahan,” ungkap Kabag Ops Polres Wonogiri, Kompol Agus Pamungkas dalam konferensi pers di Mapolres Wonogiri, Selasa (24/9/2019).

Tersangka ditangkap tanpa perlawanan di rumahnya di Kecamatan Tirtomoyo. Penangkapan dilakukan pada Rabu (18/9) pekan lalu.

Baca Juga :  Bondan Sejiwan Boma Aji Kembali Terpilih Menjadi Ketua DPD Golkar Wonogiri, Secara Aklamasi di Musda di Pendopo Joglo Puri Kamulyan Desa Sendang Wonogiri, Seperti Ini Pesan Petinggi Golkar Jateng

Selain menangkap tersangka, menurut dia, petugas Satresnarkoba Polres Wonogiri juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya rokok berisi dua pipet kaca yang masih terdapat sisa sabu, 2904 butir obat daftar G wrna putih bersimbul huruf LL, serta sejumlah peralatan untuk menghisap sabu.

Menurut dia, tersangka ditangkap ketika dilakukan penggeledahan seorang warga. Dari tangan warga itu ditemukan barang haram narkoba. Lantas warga itu mengaku mendapatkan batang itu dari AN

Baca Juga :  Ini Dugaan Penyebab Menurunnya Partisipasi Pemilih Dalam Pilkada, Gegara Penggabungan TPS Hingga Jarak Semakin Jauh Dikhawatirkan Pemilih Malas Datang

“Tersangka mendapatkan barang-barang itu dengan cara membeli dari tersangka AA, 34 tahun warga Kecamatan Gudo, Jombang, Jatim,” tegas dia.

Akibat perbuatannya itu pelaku dikenakan pasal 132 juncto pasal 114 (2) juncto pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan pasal 196 subsider 197 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Ancaman pidana penjara paling lama 20 tahun dan denda paling banyak Rp 10 miliar. Aria