JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Hutan Gunung Semeru Terbakar, Api Mengarah ke Jurang

Ilustrasi, Gunung Semeru terlihat dari Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Minggu (29/4/2018) / tempo.co

LUMAJANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Hutan di jalur pendakian Gunung Semeru dikabarkan terbakar. Si jago merah mengarah ke Blank 75 atau jurang sedalam 75 meter.

Jalur api berbelok kanan dari puncak gunung dengan ketinggian 3.676 meter dari permukaan laut.

“Kondisi terakhir pada Kamis, titik api dan kepulan asap. Masih terlihat kebakaran mengarah ke Blank 75 dan bukan jalur pendakian,” kata Kepala Resort PTN Ranupani Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Sussion di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Jumat (20/9/2019).

Untung saja, menurut dia, lokasi perkemahan di Kalimati dan jalur pendakian yang mengarah ke tempat itu steril dari para pendaki karena semua pendaki sudah turun saat kebakaran terjadi.

Baca Juga :  Hari Ini Pasien Sembuh dari Covid-19 Bertambah 3.207

Untuk sementara batas aman pendakian gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut hingga Ranu Kumbolo.

“Vegetasi yang terbakar adalah semak-semak dan serasah pohon cemara anting-anting, teh-tehan, rumput merak, dan rumput genggeng, sedangkan jarak lokasi sumber air ke titik api sekitar dua kilometer (PP),” tuturnya.

Ia menjelaskan luas kawasan hutan yang berhasil dipadamkan oleh tim petugas sekitar enam hektare, namun luas kebakaran masih dilakukan pendataan di lapangan.

“Tim akan melanjutkan pemantauan dan terus melakukan pemadaman keesokan harinya karena lokasi medan kebakaran sangat terjal dan berbukit, serta curam, sehingga faktor keselamatan menjadi prioritas utama,” katanya.

Baca Juga :  Ramai Warga Jakarta Mengaku Dengar Suara Dentuman Keras, Polisi Lakukan Penelusuran: Suara dari Arah Pancoran

Kebakaran hutan di kawasan jalur pendakian Gunung Semeru, tepatnya di kawasan Sumber Mani-Arcopodo-Kelik, terjadi pada 17 September 2019, namun hingga Jumat ini dikabarkan titik api sudah mulai berkurang dari empat menjadi dua titik api.

Pihak Balai Besar TNBTS juga menyampaikan pengumuman resmi melalui laman https://bromotenggersemeru.org/ bahwa para pendaki tidak diperbolehkan melakukan pendakian ke Kalimati.

Selain itu, pendakian juga dibatasi hanya sampai Ranu Kumbolo pada ketinggian 2.400 mdpl sejak 19 September 2019.

www.tempo.co