JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Pendidikan

Ini Manfaat PR bagi Murid, Salah Satunya untuk Daya Ingat

Dalam rangka mensyukuri serta merayakan HUT RI yang ke-74, Rumah Zakat (RZ) wilayah pembinaan Kecamatan Banjarsari mengadakan kegiatan lomba yang diikuti hampir sekira 30 anak asuhnya yang tergabung dalam wadah Anak Juara RZ Banjarsari. Kegiatan Lomba ini digelar di Masjid Rohmah kelurahan Sumber. Istimewa
Ilustrasi anak sedang belajar. pexels

JOGLOSEMARNEWS.COM – Salah satu tugas sekolah untuk para siswanya adalah pekerjaan rumah (PR). PR ini diberikan guru kepada muridnya dalam bentuk soal-soal seputar materi baru.

Tetapi apakah dari sisi pendidikan, perlukah PR itu diberikan?

Dalam acara seminar Memulihkan Sekolah, Memulihkan Manusia, praktisi pendidikan Haidar Bagir mengatakan bahwa guru tetap wajib memberikan PR pada murid sebab PR memiliki banyak manfaat, salah satunya mengasah daya ingat tentang pelajaran baru.

“Anak-anak juga diajarkan tentang rasa tanggung jawab, dilatih mandiri, dan lebih disiplin,” katanya di Jakarta pada 28 September 2019.

Meski demikian, pemberian PR harus didasari oleh kriteria tertentu. Pertama, Haidar menjelaskan tentang tujuan dari pemberian PR itu sendiri. Misalnya, PR diberikan setiap minggu pada suatu materi.

Baca Juga :  Bantuan Pulsa untuk Guru, Dosen dan Pelajar Akan Diluncurkan Akhir September. Simak Teknisnya Berikut!

“Apa yang ingin anak dapatkan dari materi itu? Pentingnya di mana dan ilmu apa yang bisa diserap untuk masa depannya kelak?” katanya.

Selanjutnya, memperhatikan jumlah soal yang diberikan juga tak kalah penting. Menurut Haidar, tidak semua anak memiliki kemampuan yang sama sehingga memukul rata pembagian soal akan memberatkan atau memudahkan salah satu murid.

Tak heran, Haidar mengatakan bahwa PR pun sering tidak disukai para murid. “Karena guru harus memahami soal 20 untuk mereka yang kemampuannya 20. Kalau anak bisanya 10 tapi dipaksa 20 tidak akan efektif. Begitu juga sebaiknya,” katanya.

Baca Juga :  Ilmu Komunikasi UMS Berhasil Mendapat Akreditasi A, Akan Membuka Konsentrasi Peminatan Sesuai Kebutuhan Pasar

Terakhir, mematok PR dalam bentuk soal-soal juga tidak sepenuhnya dianjurkan. Menurut Haidar, PR yang sering diberikan dalam bentuk menulis di kertas hanya akan berdampak bagi perkembangan kognitif murid sedangkan ia lebih menyarankan untuk sesekali memberi PR dengan bentuk kerja kelompok atau proyek yang terlepas dari buku. Ia mengatakan bahwa ini sangat efektif untuk mengantarkan ke dunia nyata alias pekerjaan.

“Pemberian PR yang problem solving harus digalakkan karena ini bisa membantu anak masuk ke aksi nyata dan bukan sekedar pembelajaran pasif,” katanya.

www.tempo.co