JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Jelang Jatuh Tempo, Realisasi Pendapatan PBB Karanganyar Baru 48 %. Ternyata Para Petugasnya Tak Dapat Honor 

Ilustrasi PBB
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Ilustrasi PBB

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Realisasi pendapatan pajak bumi bangunan (PBB) di Karanganyar tahun 2019 masih memprihatinkan. Pasalnya menjelang jatuh tempo, realisasi pajak bumi dan bangunan (PBB) terbayar baru mencapai Rp 13,916 miliar.

Jika dipersentase, pencapaian itu hanya 48,33 persen dari total target yang ditetapkan Rp 28 miliar di tahun 2019.

Hal tersebut diungkapkan pelaksana tugas Badan Keuangan Daerah (BKD), Narimo dalam rapat koordinasi PBB Perdesaan dan Perkotaan kemarin.

Baca Juga :  Pantauan Satu Jam Jelang Aksi Demo RUU HIP di Taman Pancasila Karanganyar, SPBU Siwaluh Tutup, Ratusan Aparat Bersiaga

Menurut Narimo sejumlah faktor ikut mempengaruhi penurunan realisasi pungutan pajak tahun 2019 ini.

Di antaranya sistem pembayaran PBB yang tidak simple, sehimgga berpengaruh terhadap kepercayaan masyarakat terhadap petugas pemungut pajak.

Faktor lain yang juga ikut mempengaruhi adalah para petugas yang tidak mendapatkan honor. Karena pengganti honor telah dialokasikan dalam bentuk hadiah lunas pajak yang didasarkan pada kinerja minimal mencapai 75 persen.

Baca Juga :  Terhantam Pandemi Covid-19,  Mata Trans Kehilangan Omset Rp 19 Miliar. Masih Bisa Bagikan CSR untuk Masyarakat

“Untuk tahun ini, memang mengalami penurunan. Untuk mempercepat pemasukan PBB kami mengambil langkah jemput bola penagihan PBB ke perusahaan dan desa yang persentasenya masih rendah. Kami juga melakukan bulan panutan pajak pembayaran PBB,” kata Narimo. Wardoyo