loading...
Loading...
Ilustrasi PBB

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM- Realisasi pendapatan pajak bumi bangunan (PBB) di Karanganyar tahun 2019 masih memprihatinkan. Pasalnya menjelang jatuh tempo, realisasi pajak bumi dan bangunan (PBB) terbayar baru mencapai Rp 13,916 miliar.

Jika dipersentase, pencapaian itu hanya 48,33 persen dari total target yang ditetapkan Rp 28 miliar di tahun 2019.

Baca Juga :  7 Desa di Karanganyar Bakal Gelar Pilkades Serentak. Bupati Minta Warga Merantau Tetap Harus Dimasukkan Daftar Pemilih, Warga Luar Minimal Domisili 6 Bulan 

Hal tersebut diungkapkan pelaksana tugas Badan Keuangan Daerah (BKD), Narimo dalam rapat koordinasi PBB Perdesaan dan Perkotaan kemarin.

Menurut Narimo sejumlah faktor ikut mempengaruhi penurunan realisasi pungutan pajak tahun 2019 ini.

Di antaranya sistem pembayaran PBB yang tidak simple, sehimgga berpengaruh terhadap kepercayaan masyarakat terhadap petugas pemungut pajak.

Baca Juga :  Bicara Anggaran, Bupati Karanganyar Minta Kepala Dinas Jangan Setengah-setengah! 

Faktor lain yang juga ikut mempengaruhi adalah para petugas yang tidak mendapatkan honor. Karena pengganti honor telah dialokasikan dalam bentuk hadiah lunas pajak yang didasarkan pada kinerja minimal mencapai 75 persen.

Baca Juga :  Kisah Darto, 30 Tahun Ngojek di Wamena Kini Terpaksa Harus Pulang ke Kampung Halaman Lantaran Jiwanya Terancam dan  Situasi Mencekam 

“Untuk tahun ini, memang mengalami penurunan. Untuk mempercepat pemasukan PBB kami mengambil langkah jemput bola penagihan PBB ke perusahaan dan desa yang persentasenya masih rendah. Kami juga melakukan bulan panutan pajak pembayaran PBB,” kata Narimo. Wardoyo

Loading...