loading...
Loading...
Koreografi dari sekitar 8.000 mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) di lapangan Kampus 2, Selasa (14/8/2018).

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM– Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) gencar melakukan pengendalian perilaku seks menyimpang diantara generasi penerus bangsa. Salah satu upayan dilakukan melalui seminar yang diselenggarakam bekerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Kamis (5/9/2019), di Gedung Muh Djazman kampus setempat.

Seminar Nasional ICMI dengan tajuk “Menyelamatkan Generasi Penerus Bangsa dari Malapetaka Moral pada Perilaku Penyimpangan Seksual Sejenis” tersebut memghadirkan narasumber berkompeten di bidangnya. Wakil ketua Umum ICMI, Sri Astuti Buchori menyebutkan, tujuan dari seminar adalah untuk bersama turut mengendalikan penyebaran perilaku seks sejenis yang sangat tidak baik di kalangan pemuda.

Baca Juga :  Peringati HUT ke-74 dan Pererat Silaturahmi Karyawan, PMI Solo Gelar Jalan Sehat

“Bersama UMS kita harus bisa mengendalikannya. Kami dari ICMI memberikan solusi yang ditangani oleh orang-orang yang berkompeten,” urainya.

Astuti menjabarkan, generasi muda harus mampu menghindar dari jebakan lingkaran “setan” perilaku seks menyimpang. Faktanya, perilaku tersebut mampu membawa pelakunya pada kematian.

“Kami dari ICMI bukan mau mengadili, namun kami mau menolong siapapun baik yang sudah terlanjut terkena ataupun belum. Kami akan menanganinya bersama dokter ahli kami. Tidak perlu khawatir. Perilaku seks menyimpang sangat identik dengan penyakit kelamin dan harus diobati. Kemudian pelalunya harus menjalankan kehidupan lebih baik,” imbuhnya.

Baca Juga :  Kota Solo Terima Piala Wahana Tata Nugraha Tahun 2019

Astuti menambahkan, masyarakat Indonesia termasuk beruntung karena memiliki landasan negara Pancasila. Selain itu, dalam Agama Islam, perilaku seks menyimpang juga sangat dilarang.

“Bersyukurlah kita hidup di Indonesia karena negara kuta negara baik yang melarang pelegalan hubungan sejenis. Bahkan di 28 negara lain yang telah melegalkan LGBTpun tidak sepenuhnya baik membebaskan perilaku seks menyimpang,” tegasnya.

Baca Juga :  Bedah Buku Tan Tjeng Bok dan Pemutaran Film di Balai Sujatmoko Jumat Malam Ini

Sementara itu, hadir sebagai narasumber dalam seminar yaitu Prof. Dr. Aida vitayala ( Guru Besar bidang komunikasi Gender), dr. Hanny., sp. Kk ( spesialis penyakit kelamin), Dr. Didin Muhafidin ( sudut pandang agama Islam / Ahli kebijakan Publik, Bimo Sasongko., P. hD ( Ahli IT dan pengamat ttg sex menyimpang). Triawati PP

Loading...