JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Wah, Baru Sepekan Dilantik, 45 DPRD Sragen Langsung Diguyur Gaji Perdana. Jumlahnya Rp 31 Juta Per Anggota! 

Pelantikan DPRD Sragen periode 2019-2024 di DPRD Sragen, Rabu (28/8/2019). Foto/Wardoyo
Pelantikan DPRD Sragen periode 2019-2024 di DPRD Sragen, Rabu (28/8/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Sebanyak 45 anggota DPRD Sragen periode 2019-2024 yang barusaja dilantik, sudah langsung bisa sumringah. Pasalnya baru sepekan dilantik, mereka langsung bisa merasakan gaji perdana.

Nominal gajinya pun cukup fantastis. Yakni Rp 31 juta per anggota DPRD. Gajian perdana itu cair per tanggal 1 September 2019. Sementara, 45 legislator itu terhitung baru sah menjabat DPRD setelah dilantik 28 Agustus 2019.

“Iya sudah cair. Jumlahnya sekitar Rp 31 juta yang saya terima. Semua anggota sama,” papar Ketua Sementara DPRD Sragen, Suparno kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Kamis (5/9/2019).

Baca Juga :  Awas, Polres Sragen Kembali Gelar Operasi Zebra Candi 2020. Digelar 2 Minggu Sampai 8 November, Ada 3 Sasaran Utama Pelanggaran Yang Jadi Prioritas Penindakan!

Senada beberapa anggota dewan juga mengaku sudah menerima gaji perdana mereka. Namun ada beberapa pula yang belum mengecek gajinya.

Seperti Hariyanto dari PKS dan Wahyu Dwi yang mengaku belum sempat mengecek rekeningnya.

Suparno menguraikan gaji itu sudah mencakup gaji pokok, tunjangan transportasi dan komunikasi. Khusus untuk ketua, tidak mendapat dua tunjangan itu karena sudah menerima fasilitas mobil dan rumah dinas.

Sementara, Sekretaris DPRD Sragen, Joko Saryono mengungkapkan gaji untuk anggota DPRD tidak dicairkan tunai akan tetapi langsung ditransfer ke rekening masing-masing.

Baca Juga :  Berikut Daftar 5 Warga Sragen Yang Meninggal dan Positif Covid-19 Hari Ini. Ada Yang Pulang dari Papua!

Gaji ditransfer oleh bendara DPRD ke rekening masing-masing anggota. Karena langsung transfer rekening, sehingga sekretariat tak bisa memantau.

“Yang jelas tiap tanggal muda, bendahara langsung transfer gaji itu ke rekening semua anggota. Mereka nanti ambilnya dari ATM masing-masing. Para anggota kadang juga nggak laporan kalau sudah ambil atau belum. Sekarang semua pembayaran memang diarahkan non tunai,” tukasnya. Wardoyo