JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Lelang Belasan Sawah Kas Desa Pelemgadung Sragen Diduga Bermasalah. Warga Soroti Seperti Lelang Siluman!  

Salah satu bidang sawah kas desa Pelemgadung, Karangmalang, Sragen. Foto/Wardoyo
madu borneo
madu borneo
madu borneo

Salah satu bidang sawah kas desa Pelemgadung, Karangmalang. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Sejumlah warga di Desa Pelemgadung, Kecamatan Karangmalang, Sragen mempertanyakan proses pelelangan tanah sawah milik kas desa. Pasalnya selama hampir 10 tahun terakhir, proses pelelangan dinilai tidak transparan dan tak digelar terbuka seperti pada umumnya.

Warga menduga proses lelang sawah kas desa dilakukan inprosedural oleh pihak desa. Keluhan itu mencuat saat LSM Tim Operasional Penyelamatan Aset Negara RI (Topan-RI) mengungkapkan aduan dari masyarakat Pelemgadung.

“Kami banyak menerima aduan dari petani di Pelemgadung. Bahwa lelangan tanah kas desa selama 2 periode tidak pernah ada lelang terbuka. Kalaupun digelar juga tidak melalui rembug dengan BPD maupun laporan administrasi. Seperti amburadul dan kayak lelang siluman. Nggak tahu lelangnya kapan tiba-tiba sudah ada yang menang dan nggarap. Kan aneh,” ujar koordinator Topan RI, Agus Triyono kepada wartawan, Selasa (3/9/2019).

Menurut Agus, petani sangat berharap mekanisme lelang digelar terbuka sesuai ketentuan. Sebab, banyak petani buruh yang sebenarnya juga ingin menggarap dan melelang.

Dari hasil penelusurannya ke pihak desa, Sekdes juga tak bisa memberikan data pasti mengenai proses pelelangan tanah kas desa selama dua periode terakhir.

Baca Juga :  Berikut Daftar 11 Warga Sragen Yang Terpapar Positif Covid-19 Hari Ini. Ada Balita 1 Tahun di Masaran, Kasus di Baleharjo, Sukomarto, Gebang, Kliwonan, Banaran Kembali Meledak!

“Saat kami tanyakan, jawabannya bendahara yang mengurusi itu sudah meninggal. Data dan laporan tidak ada,” jelasnya.

Agus menyebut dari keterangan BPD,   pernah diadakan lelang sekali, tapi hasilnya tidak pernah diberitahu. Sementara dari data yang diperolehnya, tahun 2012 ada 13 bidang sawah kas desa yang dilelang dengan luas 3,7424 hektare dan tafsir harga total Rp 39.100.000.

Kemudian tahun 2013 hanya ada satu bidang yang dilelang yakni seluas 1,585 hektare. Lalu tahun 2014, ada 16 bidang sawah yang dilelang dengan harga dasar Rp 31,5 juta harga lelang Rp 36 juta dan muncul nama pemenang lelang.

Namun di 2014 itu, ada 8 bidang sawah kelas III dan IV yang tidak terlelang.

“Anehnya laporan soal pelelangan dan pengelolaan uangnya, desa nggak punya dokumen atau arsipnya. Padahal aturannya, lelang tanah kas desa itu kan harus digelar terbuka, dirembug dengan BPD, ada pengumuman, dibentuk tim dan hasilnya dilaporkan secara terbuka juga,” terangnya.

Salah satu petani, Suwarno mengaku juga tak pernah tahu lelang sawah kas desa. Padahal petani seperti dirinya yang nggak punya garapan tetap sangat berharap bisa ikut lelang.

Baca Juga :  2 Warga Sragen Yang Positif Covid-19 Hari Ini Berasal dari Bentak dan Kliwonan, Satu Suspek Meninggal dari Desa Baleharjo Sukodono. Berikut Data Lengkapnya!

Terpisah, Sekdes Pelemgadung, Zepri Martin mengatakan untuk periode enam tahun pertama, dirinya tak mengetahui lantaran saat itu belum menjadi perangkat desa.

Untuk periode kedua, setahunya pernah ada lelang tahun 2014 namun berapa yang dilelang dan hasilnya juga tidak tahu lantaran dirinya hanya sebagai Kadus dan juga belum lama menjadi Sekdes definitif hingga saat ini.

“Dulu kelihatannya yang ngurusi bendahara tapi sudah meninggal. Kami cari arsip dan dokumennya juga belum ketemu,” tuturnya saat dikonfirmasi wartawan.

Namun, Zepri menguraikan jika sebelum akhir masa jabatan beberapa bulan lalu, eks Kades Sumardi pernah menceritakan kepadanya bahwa hasil lelangan tanah kas desa sebagian digunakan untuk membuat teras balai desa.

Lalu sebagian lagi untuk nyicil bahan yang digunakan mbangun aula yang sudah nyaris ambruk sejak tiga tahun lalu.

“Soal dokumen lelang tiap tahun, saya tidak tahu. Ini juga masih kami cari daftarnya karena untuk persiapan lelang lagi. Tapi ini setelah saya dilantik sekdes definitif, kami siap akan melelang secara terbuka dalam seminggu dua minggu lagi,” tandasnya. Wardoyo