loading...
Loading...
Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) menyelenggarakan musyarawah kerja nasional ke-II di Desa Wisata Tembi, Sewon, Bantul. TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin

BANTUL, JOGLOSEMARNEWS.COM – Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) mengadakan musyarawah kerja nasional (Mukernas) ke-2 di Desa Wisata Tembi, Sewon, Bantul.

Mukernas ke-2 diikuti sekitar 100 relawan dari 17 kota di Indonesia dan bertujuan untuk membahas persoalan hoaks.

Ketua Presidium Mafindo, Septiaji Eko Nugroho mengatakan hoaks adalah masalah multidimensi, penyebabnya tidak tunggal, antara lain rendahnya literasi fungsional masyarakat, polarisasi fanatisme politik dan SARA.

Hal itu diperparah dengan banjirnya media dan akun abal-abal yang seringkali mengecoh masyarakat.

Oleh sebab itu, menurut dia penanganan hoaks membutuhkan solusi yang komprehensif dan kolaboratif.

Baik dengan jejaring lintas stakeholder, dengan pemerintah, dengan kawan-kawan media arus utama maupun organisasi masyarakat.

Baca Juga :  Beredar Pesan Berantai di WhatsApp soal 'Air Garam Dalam Baskom Bisa Turunkan Hujan', BMKG Pastikan itu Hoaks!

“Kami meyakini hoaks adalah masalah bangsa yang multidimensi. Indonesia sudah memiliki cukup banyak inisiatif untuk melawan hoaks. Baik yang dilakukan organisasi masyarakat, sipil, media dan juga pemerintah,” kata Septiaji saat ditemui Tribunjogja.com di pembukaan Mukernas II di Bantul, Sabtu (31/8/2019).

Dalam Mukernas ke-II yang rencananya akan digelar selama dua hari itu, menurut Septiaji Mafindo akan memetakan sejumlah kekuatan apa saja yang telah dijalankan selama ini untuk melawan hoaks dan apa kelemahannya.

Kemudian, kekurangan itu akan dirumuskan bersama.

“Sehingga diharapkan kami dapat berkontribusi menyumbangkan gagasan dan aktivitas untuk kedepan semakin kuat bersinergi dalam menangkal hoaks,” terang dia.

Baca Juga :  Beli, Service, Jual di Astra  Andalan Layanan Baru BMW Astra yang Terintegrasi

Lebih lanjut, Septiaji menambahkan hoaks sangat penting untuk dilawan karena dampak kerusakan dari hoaks jelas sudah sangat nyata. Ia kemudian mencontohkan, ditahun politik bangsa Indonesia merasakan polarisasi yang sangat kuat.

Masyarakat saling hujat dan saling benci karena terpengaruh adanya hoaks.

Saat ini, hoaks bahkan dinilai dia sudah sangat memprihatikan. Mengarah pada disintegrasi bangsa.

“Seperti kemarin isu Papua, sedikit banyak ada kaitannya dengan hoaks sebagai amplifikasi dari masalah yang sudah ada,” terangnya.

Bukan hanya itu, Mafindo juga menyoroti sejumlah permasalahan hoaks yang sering ditemui di masyarakat.

Baca Juga :  Keunikan Pengelolaan Masjid Jogokariyan Jadi Inspirasi Masjid-Masjid Besar di Indonesia

Misalkan, hoaks kesehatan hingga hoaks kebencanaan yang menurut dia sangat mengganggu upaya recovery atau proses rekonstruksi pasca bencana.

“Kemudian juga dengan isu terorisme, ini juga patut menjadi kewaspadaan bersama,” ujar dia.

Ketua Presidium Mafindo, Septiaji Eko Nugroho berbicara di pembukaan Mukernas ke-II Mafindo di Bantul.

Dari pantauan Tribunjogja.com, Mukernas ke-II Mafindo dihadiri sejumlah pejabat.

Terlihat ada Dandim 0729/Bantul Letkol Kav Didi Carsidi, asisten tiga bidang sumberdaya dan kesejahteraan rakyat Kabupaten Bantul Ir Pulung Haryadi dan sejumlah pejabat dari KPU DIY, Diskominfo DIY hingga Polda DIY.

www.tribunnews.com

Loading...