loading...
Loading...
Foto/Humas Polda

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM– Polda Jawa Tengah menggelar silaturahmi dengan beberapa organisasi mahasiswa Jawa Tengah membahas dinamika perkembangan situasi akhi-akhir ini di Lobby Mapolda Jateng, Rabu (18/9/2019).

Acara yang dikemas dalam coffee morning ini langsung dipimpin oleh Kapolda Jateng dan dihadiri oleh pimpinan organisasi pergerakan mahasiswa, diantaranya KMMI, PMII, IMM, GMNI, GMKI, Aliansi Pelajar Pelajar dan Mahasiswa Papua serta BEM Perguruan Tinggi di Jateng dikemas dalam coffee morning penuh keakraban dan kekeluargaan.

Ada beberapa hal yang dibahas dalam pertemuan ini diantaranya mengenai isu Papua, revisi Undang-Undang KPK, kebakaran hutan dan lahan serta radikalisasi.

Baca Juga :  Sepasang Kekasih Asal Mungkid Dibekuk Polisi Karena Edarkan Ganja. Mengaku Dipasok Dari Temannya 

Banyak masukkan yang disampaikan dari perwakilan organisasi mahasiswa, diantaranya masukkan untuk mengatasi masalah karhutla. Bukan hanya melaksanakan penegakan hukum saja terhadap pelaku pembakaran.

Namun butuh langkah nyata untuk mengatasi dampak dari perubahan iklim dengan penghematan bahan bakar fosil dan optimalisasi penggunaan energi listrik.

Selain itu, terkait radikalisme organisasi pergerakan mahasiswa sepakat untuk menolak paham radikalisme dan siap bersama-sama Polri untuk turut melaksanakan pencegahan.

Dari BEM Unnes menyampaikan apresiasi kepada kepolisian atas kerjasama yang telah terbina selama ini. BEM Unnes selalu berkoordinasi dengan dengan Kepolisian jika akan melaksanakan penyampaian aspirasi dan selalu mendapatkan pengawalan dan pengamanan.

Baca Juga :  Cerita Haru Sertijab AKP Sugiyanto, Kapolsek Gringsing Yang Bakal Jabat Kasatlantas Sragen. Sejumlah Tokoh Ungkapkan Kesan Begini! 

Kapolda Jateng melalui Dirintelkam meminta bantuan dari mahasiswa untuk menyampaikan kepada mahasiswa asal Papua agar tidak perlu ada kekhawatiran belajar di Jawa Tengah.

“Gubernur dan Kapolda Jateng menjamin keamanan dan kenyamanan para pelajar dan mahasiswa asal Papua untuk belajar di Jateng. Untuk itu, kami mohon bantuan organisasi mahasiswa untuk dapat berkomunikasi agar pelajar dan mahasiswa kembali ke Jawa Tengah,” pinta Dirintelkam.

Terkait aksi mahasiswa dalam menyikapi rencana revisi Undang-Undang KPK, Polri siap memberikan pengawalan dan pengamanan.

“Polda Jateng siap mengawal aksi-aksi mahasiswa terkait Undang-Undang KPK dan akan memfasilitasi jika akan menyampaikan pendapat misalnya ke DPRD. Polda Jateng juga mengingatkan terkait pemberitahuan jika akan melaksanakan penyampaian pendapat, sehingga Polri siap memberikan pengamanan dan pengawalan,” ujar Dirintelkam Polda Jateng.

Baca Juga :  Ini Daftar 7 Bandit Yang Disikat Polres Pati. Dari Pelaku di Pertunjukan Dangdut Sampai Begal Jalur Lingkar Selatan 

Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel menyampaikan apresiasi kepada organisasi mahasiswa, semoga sekat-sekat yang selama ini ada dapat terbuka, sehingga mahasiswa dapat menyampaikan aspirasi dengan baik.

“Jadikanlah Kepolisian menjadi bagian dari kawan berdiskusi menyelesaikan persoalan. Polisi adalah polisi rakyat, berikan masukan sebanyak-banyaknya sehingga Polisi turut mencari solusi,” pinta Kapolda. JSnews

 

Loading...