Beranda Daerah Solo Polemik Penghentian Beasiswa Badminton Djarum, Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo Sebut KPAI...

Polemik Penghentian Beasiswa Badminton Djarum, Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo Sebut KPAI Lakukan Kemunduran


loading...
Loading...
Peresmian KA Solo Ekspres ditandai pemotongan pita dan pemecahan kendi oleh Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo, di Stasiun Solo Balapan, Kamis (17/5). Istimewa

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM– Keputusan PB Djarum untuk menghentikan sementara ajang audisi umum pencarian bibit bulutangkis akibat tudingan eksploitasi anak oleh KPAI, menuai banyak reaksi dari semua kalangan. Salah satunya Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo yang turut mengkritisi tindakan KPAI.

Menurut Rudy, langkah KPAI yang menghentikan audisi beasiswa badminton Djarum tersebut termasuk dalam kategori kemunduran.

Baca Juga :  Rektor UMS Sosialisasikan Muktamar ke-48 di Hadapan Warga Muhammadiyah di Malaysia

“Ini langkah mundur dalam hal pembibitan atlet. Audisi beasiswa badminton yang diadakan PB Djarum ini terbukti ampuh melahirkan atlet yang mampu membawa nama baik Indonesia ke kancah internasional. Kami tidak habis pikir KPAI sampai seperti itu,” terangnya, Selasa (10/9/2019).

Rudy menegaskan, KPAI jangan sampai salah langkah dengan asal tuding ekspolitasi anak dalam program audisi beasiswa badminton Djarum tersebut.

Baca Juga :  Dahlan Rais Resmikan Gedung Baru Panti Asuhan Keluarga Yatim Muhammadiyah

“KPAI jangan hanya terjebak ego semata yang justru berujung pada matinya perkembangan olahraga di tanah air. Apalagi selama ini sudah banyak pemain badminton kelas dunia yang lahir dari audisi beasiswa badminton Djarum. Dan bicara tentang olahraga seharusnya bukan ranah KPAI,” tandasnya.

Baca Juga :  Kekerasan Seksual Marak, Pemerintah Dinilai Tak Serius Garap RUU-PKS

Di sisi lain, Rudy juga berharap KPAI lebih konsentrasi memikirkan persoalan masa deoan anak-anak Indonesia.

“Jangan hanya mengurusi eksploitasi anak, tapi harusnya lebih memikirkan masa depan anak. Mendidik atlet tidak mudah sehingga harus benar-benar diperhatikan. KPAI harus lebih jeli dalam melihat persoalan. Jangan asal melihat semua masalah dari satu sisi,” tukasnya. Triawati PP

Loading...