JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Pendidikan

8.504 Siswa SD Ikuti Babak Penyisihan Kompetisi Matematika dan Pendidikan Islam (KOMPI)

Sebanyak 8.504 peserta ikuti babak penyisihan Kompetisi Matematika dan Pendidikan Islam (KOMPI) Minggu (6/10/2019). Dok KPM Cabang Solo
loading...
Peserta sedang mengerjakan soal babak penyisihan Kompetisi Matematika dan Pendidikan Islam (KOMPI), di SMP Al Azhar 21, Solo Baru, Sukoharjo Minggu (6/10/2019). Dok KPM Cabang Solo

BOGOR, JOGLOSEMARNEWS.COM — Sebanyak 8.504 peserta ikuti babak penyisihan Kompetisi Matematika dan Pendidikan Islam (KOMPI) Minggu (6/10/2019). Kompetisi se-Indonesia ini diselenggarakan oleh Klinik Pendidikan MIPA (KPM) yang berpusat di Bogor.

Peserta merupakan siswa kelas 4-6 SD/MI yang tersebar di 41 Kota/Kab dari 12 Provinsi, di antaranya: Aceh Besar, Jambi, Pekanbaru, Serang, Tangerang Selatan, Jakarta Timur, Depok, Cikarang, Bogor, Banjar, Ciamis, Bekasi, Bandung, Sukabumi, Semarang, Purwokerto,Magelang, Sleman, Solo, Magetan, Madiun, Lamongan, Bojonegoro, Kota Malang, Kabupaten Malang, Jombang, Tulungagung, Lumajang, Surabaya, Nganjuk, Gresik, Banyuwangi, Kab. Sampang, Sidoarjo, Ponorogo, Tuban, Blitar, Jember, Kota Kediri, Makassar, Palu, Timika, dan Sorong.

Ketua Penyelenggara, Muchammad Fachri menjelaskan Kompetisi Matematika dan Pendidikan Islam (KOMPI) adalah kompetisi yang memadukan pelajaran matematika dengan pendidikan Islam. Jadi, siswa tidak hanya mengerjakan soal matematika, tetapi juga soal pendidikan Islam, serta soal matematika yang terintegrasi Pendidikan Agama Islam.

Baca Juga :  Pemerintah Resmi Batalkan Ujian Nasional SD Hingga SMA. Ini Pertimbangannya!

Fachri menambahkan, keunggulan ketika sekolah yang mengikutsertakan siswanya di ajang KOMPI adalah sebagai persiapan untuk menjaring siswa yang akan mengikuti kegiatan Kompetisi Sains Madrasah (KSM). Sekolah dapat memanfaatkan kegiatan KOMPI ini untuk menyeleksi atau mengukur kemampuan siswa pada bidang matematika di KSM nanti.

“Selain itu, keunikan lain dari kompetisi ini, yakni menerapkan bayaran seikhlasnya (sesuai kemampuan), sehingga siapapun dapat mengikuti kompetisi ini tanpa terkendala biaya” kata Fachri.

Baca Juga :  UN Dihapus, Nadiem: SBMPTN 2020 Tetap Berlangsung

Fachri berharap acara ini dapat dimanfaatkan dengan baik untuk menunjukkan bakat dan kemampuannya tidak hanya di bidang matematika, tapi juga di bidang agama Islam. “Semoga kompetisi ini menjadi langkah awal terbentuknya calon penerus bangsa yang kuat dibidang ilmu matematika dan kuat dibidang ilmu pengetahuan Agama,” kata dia.

www.republika.co.id