JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Aksi Boikot Hajatan Bu Tini Jadi Sorotan Nasional, Gelombang Desakan Pemecatan Ketua RT Terus Bermunculan. Begini Tanggapan Camat!

Kasi Pemerintahan Kecamatan Sumberlawang, Iwan Budiyanto saat menyambangi kediaman Bu Tini, korban pemboikotan gara-gara beda pilihan Pilkades. Foto/Wardoyo
Kasi Pemerintahan Kecamatan Sumberlawang, Iwan Budiyanto saat menyambangi kediaman Bu Tini, korban pemboikotan gara-gara beda pilihan Pilkades. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Kasus aksi boikot hajatan dampak beda pilihan Pilkades yang dialami Suhartini (50) janda di Dukuh Jetak, RT 13, Desa Hadiluwih Sumberlawang, Sragen terus menuai empati publik.

Meski persoalan sudah diselesaikan secara kekeluargaan di meja mediasi, gelombang desakan pemberian sanksi terhadap Ketua RT 13, SUG yang diduga menjadi dalang provokasi boikot, terus bermunculan.

Ratusan warga dan pembaca mendesak pemerintah kabupaten segera bertindak memproses dan melengserkan Ketua RT 13 dari jabatan.

Berdasarkan aspirasi yang dituliskan melalui kanal komentar berita di laman JOGLOSEMARNEWS.COM , mayoritas pembaca geram dan mendesak Ketua RT diberhentikan dengan segera alias dipecat.

Seperti akun Achmadi yang menulis “Orang seperti jangan jadikan RT, langsung suruh mengundurkan diri” yang dikirim Sabtu (19/10/2019).

Lantas, akun Gatot Ojo Dumeh Subagyo yang menulis aspirasi “Pak RT bertanggung jawab membina kerukunan masyarakatnya, ora entuk adigang adigung, kalo situasi di balik pihak provokator yg mantu, ngundang dan yg di undang nggak datang semua pasti sedih…..ini Marwah dan mungkin sekali sekali seumur hidup.

Berbeda pilihan itu lumrah, berbeda itu bukan musuh yg harus di kalahkan dan dipermalukan ….eling sing eling , urip ming sepisan, ayo do podo tresno tinresnan marang pepodho”.

Lantas ada akun Jonathan Adi yang juga menyayangkan sikap Ketua RT. “Masih jd RT aja sdh seperti itu…..seharusnya rt itu menjadi penengah bg warganya yg berselisih bukan malah jd provokator. DaSar rt g*mblung“. Begitulah ia berkomentar.

Baca Juga :  Kecelakaan 2 Truk Serudukan di Jalan Raya Nguwer Sragen, Sopir Sempat Terjepit, Truk Ringsek Bagian Depan

Di belakang mereka, ratusan pembaca lainnya juga menuliskan komentar dan mayoritas mengecam, menyayangkan dan mendesak Ketua RT yang diduga biang pemboikotan, segera diakhiri dari jabatannya. Bahkan sebagian juga menulis dengan bahasa agak ekstrim.

Baca Juga :  Bikin Pilu, Nenek yang Tewas Kesetrum Jebakan Tikus di Sragen Ternyata Mau Jual Ayam ke Pasar. Rela Jalan Kaki 2 KM Lewat Sawah-Sawah, Ayamnya Juga Ikut Mati Kesetrum..

Menyikapi aspirasi dan desakan pemecatan RT, Camat Sumberlawang, Heru Susanto mengatakan bahwa secara kedudukan, jabatan Ketua RT adalah salah satu lembaga desa yang aturannya dipilih setiap tiga tahun sekali.

Menurutnya, yang berhak untuk memilih Ketua RT adalah warga di wilayah RT setempat. Sehingga yang berhak memberhentikan juga warga setempat.

“Selama ini kelihatannya belum ada Pak Ketua RT yang diberhentikan oleh desa atau Pemkab. Karena secara aturan, ya seperti itu. RT itu dipilih oleh warga,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Sabtu (19/10/2019).

Meski demikian, Heru menyampaikan apabila ada Ketua RT yang ingin berhenti atau mengundurkan diri, hal itu diperbolehkan dengan alasan yang bisa diterima oleh warga.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua