JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Audisi Bulutangkis Djarum Solo Raya Ditutup, Fung Permadi Pesan 28 Atlet Peraih Tiket Siapkan Latihan Lebih Menuju Kudus 

Tim pemandu bakat berpose bersama 28 atlet peraih tiket audisi Djarum Solo Raya. Foto/Wardoyo
madu borneo
madu borneo
madu borneo

Tim pemandu bakat berpose bersama 28 atlet peraih tiket audisi Djarum Solo Raya. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Manager Tim PB Djarum Fung Permadi mengaku puas dengan hasil audisi beasiswa bulutangkis yang digelar di wilayah Solo Raya.

Ia pun berpesan masih ada kesempatan sekitar satu bulan bagi para atlet peraih Super Tiket, untuk mempersiapkan diri jelang Final Audisi di Kudus nanti. Menurutnya, bibit-bibit bulutangkis hasil Audisi Umum dari Bandung, Purwokerto, Surabaya, dan Kudus, tak kalah tangguhnya dengan para atlet jebolan Solo Raya.

“Setelah mendapatkan Super Tiket, nanti di kampung halaman masing-masing, tetaplah berlatih, pacu semangat, dan motivasi diri. Lawan-lawan yang lebih berat akan ditemui lagi nanti di Kudus,” katanya seusai penutupan audisi di GOR RM Said Karanganyar, Selasa (29/10/2019).

Bupati Karanganyar, Juliyatmono melalui Kepala Disparpora, Titis Sri Jawoto mengapresiasi gelaran audisi PB Djarum yang digelar di Karanganyar.

Ia berharap dari gelaran itu bisa melahirkan atlet-atlet bulutangkis hebat. Ia juga berharap audisi serupa bisa terus dilanjutkan.

Baca Juga :  Terus Meroket, Kasus Positif Covid-19 Karanganyar Melambung Jadi 642 Kasus. Jumlah Warga Meninggal Probabel Hingga Positif Mencapai 124 Orang

Fung, yang kali pertama bergabung dengan PB Djarum pada September 1983, menjelaskan, menapak dan menggapai prestasi di dunia bulutangkis, tak hanya dibutuhkan latihan keras serta arahan dari pelatih semata.

Perlu dukungan penuh dari orangtua guna memacu semangat dan memotivasi sang anak.

Proses tersebut, merupakan fakta nyata perjalanan para legenda bulutangkis Indonesia, yang juga wajib dilakukan oleh calon-calon atlet PB Djarum yang menapak dan menggapai prestasi bulutangkis mereka melalui Audisi Umum.

Sejak 2006, Djarum Foundation menggelar Audisi Umum. Ajang ini digelar untuk merekrut bibit-bibit atlet bulutangkis yang akan dibina PB Djarum. Ini merupakan kegiatan pencarian pemain muda sebagai bentuk nyata dan komitmen Bakti Olahraga Djarum Foundation demi menjaga prestasi bulutangkis Indonesia.

Para legenda bulutangkis Indonesia dan pelatih PB Djarum yang disebut Tim Pencari Bakat diterjunkan langsung ke sejumlah kota, tempat seleksi digelar. Mereka ikut memantau, menyeleksi, dan menjaring bibit pemain daerah yang potensial.

Baca Juga :  Aksi Damai, Tapi Ada 2 Bocah Peserta Demo UU Omnibus Law Polres Karanganyar Bawa Senjata Tajam. Langsung Dikeler ke Kepolisian

Mereka juga dapat memberikan Super Tiket Pilihan kepada atlet yang dinilai memiliki talenta khusus, sehingga bisa langsung masuk ke Tahap Final, di luar semifinalis dan finalis yang bertanding. Para legenda bulutangkis tersebut memanfaatkan insting dalam mencari dan menemukan pemain andal yang akan dibina PB Djarum.

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin mengatakan, Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis mendorong anak untuk berkompetisi dan mengenal nilai-nilai sportivitas di dalamnya sejak usia dini. Dengan berkompetisi, anak-anak akan belajar menerima kekalahan dan kemenangan.

“Audisi Umum menjadi wadah bagi anak-anak untuk belajar tentang bagaimana berkompetisi. Mereka diajak untuk mengenal sportivitas dalam berolahraga sejak dini. Tidak hanya untuk menjadi seorang atlet, namun nilai-nilai universal ini kelak bermanfaat ketika mereka dewasa nanti,” ujarnya. Wardoyo