JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Awas, Angin Kencang dan Kebakaran di Pos Banaran, 2 Jalur Pendakian Lawu Sementara Ditutup Total. Ratusan Pendaki Lawu Diminta Turun 

Ilustrasi Puncak Lawu saat kebakaran
Ilustrasi Puncak Lawu saat kebakaran

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Musibah angin kencang yang melanda beberapa hari terakhir membuat dua jalur pendakian di Gunung Lawu, Karanganyar terpaksa ditutup. Tidak hanya itu 150 orang pendaki juga diminta turun dari puncak Lawu lantaran ada kebakaran di Pos Banaran.

Dua jalur pendakian menuju puncak Gunung Lawu, resmi ditutup hingga batas waktu yang belum ditentukan.  Dua jalur pendakian yang ditutup tersebut, yakni pendakian melalui Candi Cetho dan Cemoro Sewu.

Penutupan kedua jalur pendakiaan tersebut, disebabkan terjadinya angina kencag dalam beberapa hari terakhir.

Baca Juga :  Catat, Pemkab Karanganyar Gelontor 11.083 Paket Sembako Senilai Rp 2,2 Miliar Untuk Ringankan Beban Warga Terdampak Covid-19. Silakan Cek ke Kecamatan atau Dinas!

Budi, salah satu anggota Komunitas Anak Gunung Lawu (AGL) kepada wartawan, Selasa (22/10/2019) menuturkan awalnya tiga jalur pendakian resmi ditutup akibat adanya angin kencang.

Mamun karena kondisi angina yang mulai kondiusif, akhirnya jalur pendakian melalui Cemoro Kandang, mulai dibuka. Sedangkan jalur pendakian melalui Candi Cetho dan Cemoro Sewu, ujarnya, sampai sekarang masih ditutup.

“Sampai saat ini, dua jalur pendakian menuju puncak Lawu, masih ditutup hingga batas waktu yang belum ditentukan,” paparnya.

Terpisah, Koordinator lapangan, Bidang Destinasi Dinas Pariwisata Karanganyar, Nardi menyatakan, akibat terjadinya angin kencang, sebanyak 150 pendaki harus turun dari puncak Lawu.

Baca Juga :  Makin Meroket, Sehari 3 Warga Karanganyar Probabel Covid-19 Kembali Meninggal Dunia. Total Sudah 135 Warga Meninggal Dunia, Jumlah Kasus Positif Capai 715 Orang

Ratusan pendaki ini masuk melalui jaur Candi Cetho. Selain angin kencang, di jalur pendakian Pos Banaran juga terjadi kebakaran.

“Kedua jalur ini akan kita buka kembali bagi para pendaki, setelah kondisi cuaca terutama angin mulai membaik,” urainya.

Sebagaimana diberitakan, angin kencang melanda lima kecamatan dua hari lalu. Akibatnya, puluhan rumah warga mengalami kerusakan yang cukup parah, terutama di wilayah Ngargoyoso dan Tawangmangu. Wardoyo