loading...
Ilustrasi Puncak Lawu saat kebakaran

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Musibah angin kencang yang melanda beberapa hari terakhir membuat dua jalur pendakian di Gunung Lawu, Karanganyar terpaksa ditutup. Tidak hanya itu 150 orang pendaki juga diminta turun dari puncak Lawu lantaran ada kebakaran di Pos Banaran.

Dua jalur pendakian menuju puncak Gunung Lawu, resmi ditutup hingga batas waktu yang belum ditentukan.  Dua jalur pendakian yang ditutup tersebut, yakni pendakian melalui Candi Cetho dan Cemoro Sewu.

Penutupan kedua jalur pendakiaan tersebut, disebabkan terjadinya angina kencag dalam beberapa hari terakhir.

Budi, salah satu anggota Komunitas Anak Gunung Lawu (AGL) kepada wartawan, Selasa (22/10/2019) menuturkan awalnya tiga jalur pendakian resmi ditutup akibat adanya angin kencang.

Baca Juga :  Ibunda Jokowi Berpulang, Bupati Karanganyar Merasa Kehilangan. Sebut Almarhumah Tak Sombong Meski Punya Anak Presiden

Mamun karena kondisi angina yang mulai kondiusif, akhirnya jalur pendakian melalui Cemoro Kandang, mulai dibuka. Sedangkan jalur pendakian melalui Candi Cetho dan Cemoro Sewu, ujarnya, sampai sekarang masih ditutup.

“Sampai saat ini, dua jalur pendakian menuju puncak Lawu, masih ditutup hingga batas waktu yang belum ditentukan,” paparnya.

Terpisah, Koordinator lapangan, Bidang Destinasi Dinas Pariwisata Karanganyar, Nardi menyatakan, akibat terjadinya angin kencang, sebanyak 150 pendaki harus turun dari puncak Lawu.

Ratusan pendaki ini masuk melalui jaur Candi Cetho. Selain angin kencang, di jalur pendakian Pos Banaran juga terjadi kebakaran.

“Kedua jalur ini akan kita buka kembali bagi para pendaki, setelah kondisi cuaca terutama angin mulai membaik,” urainya.

Baca Juga :  Miris, Disuruh Belajar di Rumah Belasan Pelajar di Karanganyar Kepergok Malah Nekat Keluyuran di Obyek Wisata Sampai di Alas Karet. Saat Diamankan Sebagian Sedang Beginian!

Sebagaimana diberitakan, angin kencang melanda lima kecamatan dua hari lalu. Akibatnya, puluhan rumah warga mengalami kerusakan yang cukup parah, terutama di wilayah Ngargoyoso dan Tawangmangu. Wardoyo