JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Bakar Sampah Lalu Ditinggal, Rumah dan Kandang Warga Gondang Sragen Ludes Terbakar. Kerugian Ditaksir Lebih dari Rp 50 Juta 

Petugas pemadam kebakaran Sragen berjibaku memadamkan api yang membakar rumah warga Gondang, Sragen, Selasa (15/10/2019) siang. Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Petugas pemadam kebakaran Sragen berjibaku memadamkan api yang membakar rumah warga Gondang, Sragen, Selasa (15/10/2019) siang. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Kebakaran hebat melanda Desa Plosorejo, Gondang, Sragen Selasa (15/10/2019) siang. Rumah milik warga bernama Sugiyah (58) di Dukuh Pondok Rejo RT 20, Desa Plosorejo, Gondang, Sragen ludes dilalap si jago merah.

Data yang dihimpun di lapangan, kebakaran terjadi sekira pukul 11.15 WIB. Menurut keterangan warga, kebakaran bermula ketika pemilik rumah membakar sampah di berada belakang rumah pada pagi hari menjelang siang.

Setelah api menyala, lalu ditinggal ke sawah. Rupanya saat ditinggal pergi, kobaran api makin menjadi.

Beberapa tetangga korban, Bambang dan Suwarni kaget melihat kobaran api muncul dari rumah korban. Mereka langsung berteriak minta tolong.

Baca Juga :  Peduli Penanganan Covid-19 Sragen, PLN Surakarta Gelontor 12 Wastafel Portabel. Bupati Berharap Bisa Bermanfaat Untuk Masyarakat

Tak lama berselang, warga berhamburan berusaha memadamkan kobaran api. Namun kondisi cuaca panas dan konstruksi rumah yang sebagian terbuat dari kayu, membuat kobaran makin tak terkendali.

Warga pun pasrah hingga kemudian datang dua unit mobil pemadam kebakaran dari Sragen. Setelah berjibaku hampir 15 menit, api baru bisa dipadamkan.

Namun kebakaran sudah terlanjur meludeskan bangunan rumah, kandang ternak dan kandang jerami milik korban.

Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kasubag Humas AKP Agus Jumadi mengatakan tidak ada korban jiwa dalam musibah itu. Namun kerugian material ditaksir lebih dari Rp 50 juta.

Terpisah, Kepala Dinas Satpol PP Sragen, Heru Martono melalui Pelaksana Lapangan Pemadam Kebakaran, Lilik Slamet menyampaikan pihaknya mengerahkan satu unit armada pemadam kebakaran dan setelah berjibaku 15 menit, api bisa dipadamkan sehingga tak merembet ke permukiman lain.

Baca Juga :  Subhanallah, Sebuah Alquran Ditemukan Masih Utuh Meski Rumah Pemiliknya Hangus Dilahap Kebakaran Hebat. Warga Sampai Takjub dan Tak Percaya!

Dari hasil analisa di lapangan, kebakaran dipicu oleh api pembakaran sampah yang dibakar oleh korban dan ditinggal ke sawah.

“Kami menghimbau kepada warga untuk lebih berhati-hati dalam membuat perapian, tungku atau membakar sampah. Karena saat ini musim kemarau yang panjang dan sangat rawan menimbulkan kebakaran baik kebakaran rumah, lahan, dan barongan bambu. Kalau membakar harus ditunggu dan dipastikan api dimatikan secara tuntas sebelum ditinggalkan,” tandasnya. Wardoyo