loading...
Loading...
Kasat Narkoba AKP Djoko SU saat menghadirkan bandar pil koplo asal Masaran yang digerebek dengan barang bukti ribuan pil koplo. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Tim Satresnarkoba Polres Sragen menggerebek seorang pemuda bandar pil koplo asal Masaran. Yang mencengangkan, bandar kakap muda usia itu mengaku mampu menjual 10.000 butir pil koplo hanya dalam waktu sebulan.

Bandar muda dengan tubuh penuh tato itu bernama Indiasto Aji Pambuko (22). Ia dibekuk di rumahnya Dukuh Gondang, Desa Jirapan, Masaran, Sragen.

Dari lokasi rumahnya, polisi mengamankan barang bukti 61 box berisi 6.100 pil koplo jenis Trihexiphenydil atau Trihex, uang tunai Rp 740.000 dan satu unir HP.

Kasat Narkoba Polres Sragen, AKP Djoko Satriyo Utomo mengatakan tersangka dibekuk pukul 18.00 WIB di rumahnya. Penangkapan dilakukan atas dasar laporan warga yang resah dengan aktivitas transaksi pil koplo yang dilakukan di rumah tersangka.

Baca Juga :  Tewaskan 1 Orang, Sopir Mobil Dinas DPU PR Sragen Terancam Terseret Jadi Tersangka. Kasat Lantas Ungkap Sopir Dalam Kondisi Begini! 

“Dari informasi itu, kemudian dilakukan penggerebekan dan penggeledahan di rumah tersangka. Hasilnya kami amankan 6.100 butir pil koplo jenis Trihex. Awalnya pil ini semua berjumlah 10.000 dan sudah laku terjual 3.900 butir,” papar AKP Djoko didampingi Kasubag Humas AKP Agus Jumadi, saat konferensi pers di Mapolres tadi pagi.

Ribuan butir pil koplo itu disembunyikan di dalam kardus disimpan di belakang speaker di kamar tersangka.

Dari pengakuan tersangka, selama ini sudah tiga kali membeli sebanyak 10.000 butir melalui paketan. Barang ia beli dari seseorang bandar besar bernama Sumarno di Jakarta.

Ribuan pil koplo yang diamankan dari bandar asal Masaran Sragen. Foto/Wardoyo

Sekali pesan, sebanyak 10.000 butir untuk dijual lagi ke pengecernya di wilayah Sragen dan Karanganyar.

Pil koplo itu dijual ke pengecernya per 10 boks isi 100 butir dengan harga Rp 170.000.

Baca Juga :  Kabur Saat Digerebek, Satu Warga Kedawung Sragen Kini Diburu Polisi 

“Untungnya Rp 50.000 perboks. Saya jualnya lebih banyak ke Karanganyar. Yang beli biasanya remaja dan pekerja,” kata tersangka.

AKP Djoko menambahkan karena tersangka tinggal di perbatasan Sragen-Karanganyar, maka wilayah penjualan pil koplo dan pengedarnya juga dari Sragen dan Karanganyar.

“Keuntungannya katanya selain untuk pakai sendiri, juga untuk membiayai kebutuhannya,” tukasnya. Wardoyo

 

Loading...