JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Bupati Sragen Ungkap Ada Pejabat Owel Dipindah Karena Belum Naiki Mobil Barunya, Ada Juga Kadinas Yang Dipokili Kabid-kabidnya 

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Ada cerita unik yang mengiringi proses penilaian serta pemindahan pejabat eselon di Sragen.

Selain calon pejabat yang jawaban wawancaranya selegence, ternyata ada juga pejabat yang enggan dimutasi lantaran pingin menaiki mobil dinas barunya.

Hal itu diungkapkan Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati sesaat setelah melantik 89 pejabat eselon di Pemkab Sragen beberapa hari lalu. Di hadapan ratusan pejabat, bupati menyampaikan saat wawancara 3 besar calon pejabat eselon II, ada salah satu peserta yang terang-terangan bilang masih suka di jabatan lamanya.

Kula mboten sah mawon Bu, saya seneng di sini. Mobil anyar belum dicobi. Kula tak teng mriki riyin. (Saya nggak usah saja Bu, saya senang di sini. Mobil barunya belum dicoba. Saya di sini dulu). Padahal dia sudah masuk 3 besar,” ujar bupati disambut gerrr dari hadirin.

Baca Juga :  Geger Perusakan Tugu Perguruan Silat di Sragen, Danrem 074 Surakarta Langsung Turun Gunung. Sebut Kalau Ada Oknum Yang Memanaskan Sragen, Siap Bantu Usut Provokatornya!

Lantas siapa pejabat unik itu. Bupati pun menyebut bahwa dia adalah seorang camat. Namun orang nomor satu di jajaran Pemkab Sragen itu tak menyebut secara gamblang namanya.

Bupati kemudian menyebut ada juga peserta calon eselon II yang menyatakan masih ingin merampungkan tugas di Dinas Ketapang yang sebentar lagi bakal dilebur dengan Dinas Pertanian.

“Dia bilang, tugas saya masih banyak Bu. Saya dipasrahi ngurus orang sedemikian besar, penggabungan Dinas Pertanian dan Ketapang belum beres. Kalau boleh, saya ingin tetap di sini sampai tugas saya selesai. Kalau ini saya salut,” terang bupati.

Baca Juga :  Sering Bikin Geger, Bupati Sragen Tegaskan Tak Ada Lagi Izin Pendirian Tugu Perguruan Silat. Tugu Yang Ada Bisa Dirobohkan Jika Ada Pelebaran!

Selanjutnya, bupati menegaskan bahwa dia tak pernah mengintervensi para pejabat pimpinan dinas. Dirinya hanya ingin target kinerja dan para pejabat yang ditempatkan di jabatan baru segera merangkul semua pihak.

Hal itu dikarenakan menjadi kepala dinas, menurutnya sangat sulit sekali. Ia juga membeberkan seorang Kadinas harus punya wibawa karena membawahi para Kabid, Kasi dan staf-staf yang kadang sulit disinergikan menjadi satu.

“Ada Kadinas dipokili kabid-kabidnya, yo mung neng Sragen iki. Saking tidak ada kewibawaan. Makanya saya minta sinergi dengan semua pihak,” tegasnya. Wardoyo