loading...
Loading...
Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Ada cerita unik yang mengiringi proses penilaian serta pemindahan pejabat eselon di Sragen.

Selain calon pejabat yang jawaban wawancaranya selegence, ternyata ada juga pejabat yang enggan dimutasi lantaran pingin menaiki mobil dinas barunya.

Hal itu diungkapkan Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati sesaat setelah melantik 89 pejabat eselon di Pemkab Sragen beberapa hari lalu. Di hadapan ratusan pejabat, bupati menyampaikan saat wawancara 3 besar calon pejabat eselon II, ada salah satu peserta yang terang-terangan bilang masih suka di jabatan lamanya.

Kula mboten sah mawon Bu, saya seneng di sini. Mobil anyar belum dicobi. Kula tak teng mriki riyin. (Saya nggak usah saja Bu, saya senang di sini. Mobil barunya belum dicoba. Saya di sini dulu). Padahal dia sudah masuk 3 besar,” ujar bupati disambut gerrr dari hadirin.

Baca Juga :  Kecelakaan Maut 2 Pemotor di Depan PLN Sumberlawang, Kakek-Kakek Tewas Mengenaskan Digasak dari Belakang

Lantas siapa pejabat unik itu. Bupati pun menyebut bahwa dia adalah seorang camat. Namun orang nomor satu di jajaran Pemkab Sragen itu tak menyebut secara gamblang namanya.

Bupati kemudian menyebut ada juga peserta calon eselon II yang menyatakan masih ingin merampungkan tugas di Dinas Ketapang yang sebentar lagi bakal dilebur dengan Dinas Pertanian.

“Dia bilang, tugas saya masih banyak Bu. Saya dipasrahi ngurus orang sedemikian besar, penggabungan Dinas Pertanian dan Ketapang belum beres. Kalau boleh, saya ingin tetap di sini sampai tugas saya selesai. Kalau ini saya salut,” terang bupati.

Selanjutnya, bupati menegaskan bahwa dia tak pernah mengintervensi para pejabat pimpinan dinas. Dirinya hanya ingin target kinerja dan para pejabat yang ditempatkan di jabatan baru segera merangkul semua pihak.

Baca Juga :  Berkas 282 Pelamar CPNS Sragen Masih Terkatung-katung. Jumlah Pelamar Lolos Ada 8.700 Lebih, Hasil Verifikasi Diumumkan Pada Tanggal Ini

Hal itu dikarenakan menjadi kepala dinas, menurutnya sangat sulit sekali. Ia juga membeberkan seorang Kadinas harus punya wibawa karena membawahi para Kabid, Kasi dan staf-staf yang kadang sulit disinergikan menjadi satu.

“Ada Kadinas dipokili kabid-kabidnya, yo mung neng Sragen iki. Saking tidak ada kewibawaan. Makanya saya minta sinergi dengan semua pihak,” tegasnya. Wardoyo

 

Loading...