loading...
Pebulitangkis cilik asal Karanganyar bernama “N” saat bersama kedua orangtuanya. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Meski akhirnya gagal lolos audisi beasiswa bulutangkis yang digelar PB Djarum, pebulutangkis cilik bernama “N” masih tetap mencuri perhatian. Keunikan dan kelangkaan namanya yang hanya satu huruf itu masih ramai diperbincangkan.

Ya, nama bocah laki-laki berusia 9 tahun asal Suruh Kalong, RT 4/7, Desa Pandeyan, Kecamatan Tasikmadu, Karanganyar itu mendadak jadi sorotan awak media dan panitia audisi.

Lantas bagaimana cerita sehingga orangtuanya memberikan nama super pendek itu?

N adalah putra dari pasangan suami isteri Wahono (55) dan Partini (47), warga Suruh Kalong, RT 4/7, Desa Pandeyan, Kecamatan Tasikmadu. Dari penuturan mereka, N tercatat lahir pada tanggal 4 Februari 2010.

Kepada wartawan, Wahono yang mendampingi putranya ikut audisi itu menuturkan nama satu huruf itu didapat setelah melakukan rangkaian tirakat panjang saat istrinya mengandung N.

Baca Juga :  Di Karanganyar, Desa-Desa Mulai Pasang Imbauan Semua Tamu dan Pemudik Wajib Lapor dan Tak Boleh Keluar Rumah Selama 14 Hari

Ia mengaku nama itu didapat setelah dirinya melakukan salat tahajud di sejumlah Mesjid kuno yang berada di Desa Kaliboto, Kecamatan Mojogedang, Kayuapak serta masjid kuno di Wonosobo.

Laku prihatin yersebut dilakukannya bersama sang isteri, saat N masih berusia tiga bulan dalam kandungan.

“Awalnya dari laku prihatin dengan melaksanakan salat di sejumlah masjid. Setelah melakukan Laku prihatin atau tirakat, saya kemudian memberikan nama anak saya dengan satu huruf, yakni N,” papar Wahono.

Selain sebagai hasil olah batin, Wahono menguraikan pemberian nama N tersebut juga sebagai bentuk kekagumannya kepada mantan presiden pertama RI, Soekarno.

Ia mengaku kagum dengan sosok Soekarno yang juga memiliki nama N dibelakang namanya.

“Saya berharap, N bisa berhasil dalam meraih cita-citanya, sebagai seorang pemain bulutangkis,” harapnya.

Sementara itu, sang ibu Partini mengaku awalnya keberatan dengan pemberian nama yang hanya satu huruf tersebut. Alasannya karena nama satu huruf terkesan tak biasa.

Baca Juga :  Update Corona Karanganyar Terbaru Hari Ini, Jumlah ODP Tambah 39 Orang Jadi 169 Orang. 3 Pasien Baru PDP Dongkrak, Jumlah PDP Jadi 14 Orang!

“Awalnya sih keberatan Mas. Tapi karena ini pemberian ayahnya, saya menerima. Nama N ini sebagai hasil olah bathin saja. Sampai sekarang kami juga tidak menghadapi kendala dalam hal administrasi kependudukan,” ujarnya.

Ya, meski akhirnya gagal di perjuangan audisi perdananya, N setidaknya sempat memberi pembeda audisi di Solo Raya dengan namanya yang unik tersebut. Wardoyo