loading...
Loading...
Aktivitas pedagang Pasar Tawangmangu. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Komisi B DPRD Karanganyar, masih menemukan pedagang yang masih membuang sampah sembarangan di lokasi psara Wisata Tawangmangu.

Hal tersebut diketahui saat Komisi B melakukan inspeksi mendadak ke Pasar Tawangmangu, Selasa (15/10/2019).

Anggota Komisi B DPRD Karanganyar, Darwanto, melalui sambungan telepon selularnya, Selasa (15/10/2019) menyatakan, sebagai ikon pasar wisata, pemerintah diharapkan selain melakukan sosiialisasi akan diberlakukannya e -retribusi, juga harus melakukan  beberapa pembenahan terkait pengelolaan.

Menurut Darwanto, dari hasil sidak tersebut, masih ditemukan pedagang yang membuang sampah sembarangan, yang disebabkan tidak tersedianya tong sampah di dalam pasar.

Bak penampungan sampah perlu di tingkatkan kapasitasnya agar tidak mengganggu pengunjung dan sekitar

“Fasilitas MCK harus diperbaiki. Selain sebagai fasilitas penunjang juga untuk meningkatkan pendapatan pasar. Perlu penambahan Radio Land yang dapat isa menjangkau seluruh pasar sebagai sarana komunikasi dan informasi,” ujar Darwanto melalu sambungan telepon selularnya.

Baca Juga :  Awas 50 Hotel, Tempat Hiburan dan Restoran Besar di Karanganyar Bakal Dipasangi Kotak Penyadap!

Dijelaskan Darwanto, pengelola pasar juga diminta untuk menambah genset, yang dapat menjangkau seluruh pasar, saat tejadi pemadaman listrik.

“ Selama ini saat listrik mati, pasar gelap gulita. Untuk itu, kami minta agar dilakukan penambahan genset atau generator listrik, untuk mengantisipasi jika terjadi pemadaman listrik,” kata dia.

Sementara itu, Sekretaris Komisi B DPRD Karanganyar, Boby Aditya, menambahkan perlunya perbaikan pengelolaan parkir khusus untuk mengoptimalkan pendapatan. Terutama untuk parker yang berada di lantai atas.

“ Selama ini, jika parker di halaman utama penuh, pengunjung memilih parkir di terminal. Kami meminta agar mengoptimalkan lokasi parkir yang berada di lantai atas, sehingga pengunjung merasa nyaman sekaligus dapat menambah pendapatan,” jelasnya.

Baca Juga :  Resmikan UPK, Bupati Karanganyar Akui Angka Kemiskinan Masih 80.000 Jiwa. Ini Kriteria Pendapatan Minimal Yang Bisa Disebut Miskin! 

Ditambahkan Boby, mengenai target pendapatan, dari target pendapatan tahun ini sebesar Rp 364.770.420, hingga bulan September 2019 lalu, mencapai  70% .

“ Dari penjelasan pengelola pasar, memang baru terealisasi 70 persen. Mereka optimis, hingga akhir tahun anggaran, target pendapatan tersebut, bisa tercapai,” pungkasnya. Wardoyo

Loading...