loading...

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (FEB-UMS) mengadakan pengabdian masyarakat di Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten.

Kegiatan tersebut digelar dalam rangka membantu Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), terutama dalam hal meningkatkan kualitas akuntansi dan layanan.

Sebagaimana diketahui, Undang-Undang (UU) Desa No. 6 tahun 2014 mengamanatkan desa untuk lebih mandiri dalam mendapatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) agar dapat membiayai kebutuhan desa.

Ketua pengabdian masyarakat, Ihwan Susila mengatakan, disamping Desa dianjurkan untuk mandiri, pemerintah masih memberikan bantuan pendanaan berupa Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD).

“Perlunya pengembangan PADes membuat desa-desa mengembangkan potensi desa untuk mendapatkan PADes yang maksimal,” ujarnya, Rabu (22/10/19).

Dijelaskan, salah satu upaya untuk meningkatkan PADes, desa mendirikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Dengan adanya BUMDes diharapkan perekonomian masyarakat desa lebih meningkat, karena kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh BUMDes dikerjakan secara bersama-sama oleh masyarakat untuk mengembangkan desa, dimana hal ini sejajar dengan peningkatan ekonomi masyarakat.

Baca Juga :  Terdeteksi Demam Batuk Pilek, 2.795 Warga Solo Berstatus ODP Diminta Lakukan Isolasi Mandiri Selama 14 Hari!

Adanya kendala yang dialami BUMDes Sinergi dalam pembuatan laporan keuangan yang terintegrasi, membuat tim Pengabdian tertarik untuk melakukan pengabdian masyarakat di BUMDes Sinergi.

 

Pengabdian masyarakat tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang akuntansi yang dapat diterapkan di BUMDes beserta pengaplikasiannya dalam pembuatan laporan keuangan.

Adapun dalam pelatihan akuntasi, materi yang disampaikan berupa akuntansi dasar, keterkaitan antara akuntansi dengan UU Desa, keterkaitan akuntansi dengan BUMDes.

BUMDes Sinergi yang mulai berjalan sejak tahun 2016 semula hanya memiliki tiga unit usaha yaitu unit Umbul Temanten, unit Kampung Dolanan Sidowayah (KDS) dan  unit Pertanian.

Hingga tahun 2019 BUMDes Sinergi telah dapat mengembangkan usahanya menjadi tujuh unit usaha yaitu unit si Blarak, unit Rumah Kemasan, unit Jasa Layanan, dan unit Peternakan.

Sejak didirikan hingga sekarang, proses pencatatan akuntansi masih menggunakan program Ms. Excel dimana proses pencatatannya belum dapat dilaksanakan secara memadai dan terintegrasi.

Baca Juga :  Pemkot Solo Siapkan RSUD Bung Karno Untuk Tampung ODP dan PDP Corona

“Laporan keuangan sangat penting dibuat karena laporan keuangan dapat memberikan informasi kepada pihak internal dan maupun ekstrenal, sehingga masyarakat, pemangku kepentingan di desa, atau para pihak ketiga dapat mengetahui pengelolaan keuangan BUMDes secara transparan,” katanya.

Dijelaskan, kegiatan tersebut berlangsung selama satu tahun dengan berbagai macam kegiatan, yaitu identifikasi masalah, persiapan, pelasanaan kegiatan, indikator capaian dan dilakukannya monitoring  dan evaluasi. A Setiawan