JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Hindari Tragedi 2015, Jalur Pendakian Lawu Disarankan Tutup Dulu Habis Suro 

Penampakan awan tebal unik di atas lereng Gunung Lawu. Foto/FB
madu borneo
madu borneo
madu borneo

Penampakan awan tebal unik di atas lereng Gunung Lawu. Foto/FB

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Musibah kebakaran yang melanda kawasan hutan Lereng Lawu Karanganyar membuat jalur pendakian Gunung Lawu terpaksa ditutup. Bahkan Relawan Anak Gunung Lawu (AGL) Karanganyar meminta Dispora untuk menutup jalur pendakian setelah habis bulan Sura atau Muharram.

Penutupan dilakukan hingga batas waktu yang belum dapat ditentukan.

Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) telah mengeluarkan surat edaran resmi tentang penutupan jalur pendakian Gunung Lawu sejak Senin (21/10/2019).

Guna mencegah terjadinya hal-hal yang mengancam keselamatan pengunjung dan pendaki, Wana Wisata Pringgodani dan Jalur pendakian Candi Cetho dan Cemoro Kandang ditutup sampai batas waktu yang belum dapat ditentukan.

Baca Juga :  Sukses Kawinkan Metode Pertanian dan Perikanan, Petani Karanganyar Willy Suratman Bikin Apresiasi dari Menteri Pertanian. Pakan Ikannya dari Belatung dan Pelet, Kotoran Ikannya Jadi Pupuk Untuk Tanaman

Anggota Anak Gunung Lawu (AGL), Budi mengatakan, karena ada beberapa titik api di Jalur Pendakian Cetho dan Plalar Tawangmangu, akhirnya semua jalur pendakian ditutup, baik itu jalur pendakian Candi Cetho dan Cemoro Kandang.

Penutupan jalur itu menjadi kewenangan Disparpora Karanganyar dan Perhutani.

“Ini njagani (antisipasi), kami tidak ingin kejadian 2015 (ada pendaki tewas) terulang lagi. Itu buat pembelajaran bagi kami. Penutupan jalur pendakian sampai batas waktu yang tidak ditentukan,” katanya kepada saat ditemui wartawan di base camp Cemoro Kandang, Kamis (24/10/2019).

Baca Juga :  Awas, Muncul Klaster Keluarga dan Perkantoran di Karanganyar. Jadi Paling Ganas dan Penyumbang Kasus Covid-19 Terbanyak Hingga Menempati Posisi 11 di Jawa Tengah

Ia mengatakan sebenarnya sejak terjadi peristiwa angin kencang empat hari lalu, jalur pendakian Cemoro Kandang sudah ditutup.

Budi mengungkapkan, pihaknya sebenarnya sudah memberikan masukan kepada Disparpora untuk menutup jalur pendakian setelah satu suro atau 1 muharram dalam penanggalan Jawa.

“Kita kasih masukan, habis suro ditutup saja. Karena semua gunung (seperti Merbabu dan Semeru) sudah terbakar. Selain itu juga untuk recovery (pemulihan). Paling tidak satu bulan atau minimal dua minggu,” ungkap Budi. Wardoyo