loading...
Penampakan awan tebal unik di atas lereng Gunung Lawu. Foto/FB

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Musibah kebakaran yang melanda kawasan hutan Lereng Lawu Karanganyar membuat jalur pendakian Gunung Lawu terpaksa ditutup. Bahkan Relawan Anak Gunung Lawu (AGL) Karanganyar meminta Dispora untuk menutup jalur pendakian setelah habis bulan Sura atau Muharram.

Penutupan dilakukan hingga batas waktu yang belum dapat ditentukan.

Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) telah mengeluarkan surat edaran resmi tentang penutupan jalur pendakian Gunung Lawu sejak Senin (21/10/2019).

Guna mencegah terjadinya hal-hal yang mengancam keselamatan pengunjung dan pendaki, Wana Wisata Pringgodani dan Jalur pendakian Candi Cetho dan Cemoro Kandang ditutup sampai batas waktu yang belum dapat ditentukan.

Anggota Anak Gunung Lawu (AGL), Budi mengatakan, karena ada beberapa titik api di Jalur Pendakian Cetho dan Plalar Tawangmangu, akhirnya semua jalur pendakian ditutup, baik itu jalur pendakian Candi Cetho dan Cemoro Kandang.

Baca Juga :  Pemkab Karanganyar Resmi Perpanjang Libur Sekolah TK hingga SMP Sampai 15 April 2020. Bupati: Buat Anak-anak Enjoy dan Sebahagia Mungkin, Jangan Diberi Tugas Berat!

Penutupan jalur itu menjadi kewenangan Disparpora Karanganyar dan Perhutani.

“Ini njagani (antisipasi), kami tidak ingin kejadian 2015 (ada pendaki tewas) terulang lagi. Itu buat pembelajaran bagi kami. Penutupan jalur pendakian sampai batas waktu yang tidak ditentukan,” katanya kepada saat ditemui wartawan di base camp Cemoro Kandang, Kamis (24/10/2019).

Ia mengatakan sebenarnya sejak terjadi peristiwa angin kencang empat hari lalu, jalur pendakian Cemoro Kandang sudah ditutup.

Budi mengungkapkan, pihaknya sebenarnya sudah memberikan masukan kepada Disparpora untuk menutup jalur pendakian setelah satu suro atau 1 muharram dalam penanggalan Jawa.

Baca Juga :  Data Corona Terbaru Karanganyar, Jumlah ODP Terus Meroket Tambah 26 Orang Jadi 130 Orang. Jumlah Pasien Dirawat Berstatus PDP 11 Orang, DKK Sebut Ini Pemicunya!

“Kita kasih masukan, habis suro ditutup saja. Karena semua gunung (seperti Merbabu dan Semeru) sudah terbakar. Selain itu juga untuk recovery (pemulihan). Paling tidak satu bulan atau minimal dua minggu,” ungkap Budi. Wardoyo