loading...
Loading...
Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM- Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengungkap beberapa hal yang menarik sebelum melakukan mutasi dan melantik 89 pejabat eselon, akhir pekan kemarin.

Salah satunya ia mengaku bingung ketika ada pejabat peserta seleksi calon eselon II yang ternyata jawaban saat wawancara, tidak bisa dinalar dan tak terbaca.

“Misalnya saat saya wawancara dengan dokter ahli jiwa. Ada beberapa yang hasilnya tidak bisa diinterpretasikan atau tidak bisa dibaca. Saya juga heran kok ora isa diwaca. Setelah ditelisik mengapa orang ini jawabannya nggak bisa dibaca, apakah kepribadiannya labil?,” papar Yuni di hadapan puluhan pejabat di Pendapa Rumdin Bupati seusai pelantikan.

Baca Juga :  Pengakuan Mengejutkan Guru Pembina Rohis dan Siswa Pembawa Bendera Identik HTI di SMKN 2 Sragen. Akui Dadanya Sempat Gemetar Saat Lihat Bendera Dibentangkan

Bupati mengungkapkan dari analisa, jawaban tak bisa terbaca itu terjadi karena ternyata si pejabat itu ingin hasilnya yang terbaik sehingga jawabannya malah terkesan tak masuk akal.

Yuni menyebut misalnya ketika diminta menjawab apakah akhir-akhir ini anda pernah berbohong. Ada pejabat yang menjawab tidak.

“Padahal normale wong urip ra enek ora ngapusi,” paparnya.

Lalu dia mencontohkan lagi ketika ada pertanyaan apakah anda pernah mengalami mimpi buruk dibayang-bayangi sesuatu. Dia menyebut ada  pejabat yang juga menjawab tidak pernah.

Baca Juga :  Insiden Bendera HTI di Acara Ekskul SMKN 2 Sragen, GP Anshor Curiga Sepengetahuan Guru Pembina 

“Padahal manusia, paling tidak mesti pernah mengalami mimpi buruk. Normale manusia mesti yo enek pokile sitik. Tanya Pak Wakil Bupati, juga nggak lurus-lurus banget,” urai Bupati setengah berkelakar.

Lebih lanjut, ia mengatakan dengan jawaban yang terkesan tak masuk nalar itu, akhirnya membuatnya pusing karena ternyata jawaban pejabat yang ingin terlihat terbaik itu justru tak terbaca.

Karenanya atas fenomena itu, ia meminta agar para PNS dan pejabat bisa menjadi diri sendiri.

Ia menghendaki Kepala Dinas yang ada di samping dan sekelilingnya, adalah orang yang ia mengerti toto lahir dan batinnya.

Baca Juga :  Krisis Air Parah, 500 KK di Sepat Masaran Tiap Malam Gerilya Cari Air ke Sumur Sawah. Pemdes dan Karang Taruna Ramai-ramai Gerakkan Droping Sampai Malam Hari.. 

“Kalau insting mungkin saya bisa, tapi ya secara lahiriah harus bisa dinilai. Sehingga saya juga tahu, bagaimana harus bersikap. Saya selalu kedepankan, bahwa saya pimpinan dan semua adalah di bawah under control saya. Kita berteman, saya bersahabat. Dan ada kalanya saya adalah bupati, anda hanya Kadinas,” terangnya.

Bupati kemudian berpesan kepada Kadinas baru bisa segera memahami tupoksi dan target yang ia canangkan. Ia hanya berharap semua bisa memberikan kinerja yang terbaik demi Sragen yang lebih baik. Wardoyo

 

Loading...