loading...

PROBOLINGGO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kerinduan membuat pria ini nekat membongkar makam ibunya yang baru saja dimakamkan sekitar 40 hari. Lalu, Nasir (45), nama pria tersebut, membopong mayat ibunya bernama Sumarto, ke rumah.

Peristiwa langka itu terjadi di makam Desa Kedungsumur, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo. Sementara rumah Nasir berada di Dusun Tanah Merah Desa Batur, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo.

Sumarto meninggal dunia para usia 70 tahun akibat sakit yang dideritanya.

Kapolsek Pakuniran, Iptu Haby Sutoko mengatakan, Nasir memang mengalami gangguan jiwa sejak kecil. Anak ketiga dari Sumarto itu  mengalami gangguan jiwa dengan kategori cukup berat.

Haby, sapaan akrab Kapolsek mengatakan, motif Nasir membongkar makam ibunya ini karena yang bersangkutan kangen. Nasir kangen bercerita dan berkumpul dengan ibunya.

“Makanya Nasir nekat membongkar makamnya. Jasadnya dibawa ke rumah. Itu untuk mengobati rasa kangennya kepada ibunya. Tapi, jasad ibunya sudah dimakamkan kembali dan kondisi Kamtibmas tetap aman, damai, tentram dan terkendali,” tambahnya.

Baca Juga :  Linier dengan Jumlah Pasien Positif Corona, Ganjar Mohon Pemudik Tak Pulang Kampung

Menurut Kapolsek, lokasi makam sang ibunda dengan rumah Nasir memang masih berdekatan. Makam ibunda Nasir di Desa Kedungsumur, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo.

Apalagi makamnya ibunda Nasir ada di kawasan hutan. Kedua desa yang berbeda kecamatan ini hanya dipisahkan sungai.

“Nasir membawa jasad ibunya ini menggunakan karung. Ia membopong karung berisikan jasad ibunya melewati sungai dan sawah. Setelah sampai di rumah, Nasir tidak bercerita kepada siapa pun termasuk ke saudara kandungnya,” tambah dia.

Menurut Kapolsek, tak lama, Sul, kakak kedua Nasir mengetahui perbuatan adiknya ini.

Sul pun marah kepada Nasir. Tapi, setelah sadar adiknya ini sedikit mengalami gangguan, Sul akhirnya mengecilkan suaranya.

Sul lantas membujuk adiknya adiknya mengembalikan jasad ibunya ke kuburan. Dengan segala cara dan rayuan, Nasir akhirnya menuruti kemauan Sul.

“Meski dituruti, Nasir sempat bercerita kepada Sul kalau Nasir kangen ke ibunya dan ingin menyandingkan makam ayahnya dan ibunya di satu pemakaman. Makam ayahnya ada di Batur, dan ibunya ada di Kedungsumur,” ungkanya.

Baca Juga :  Sebagian Daerah Sudah Lockdown, Luhut Usul Karantina Wilayah ke Jokowi

Selanjutnya, hasil koordinasi dengan tiga pilar dengan pihak keluarga, Nasir disarankan untuk dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ).

Saat ini, pihak pemerintah desa sedang berupaya untuk membujuk Nasir agar mau dirawat di RSJ.

“Nasir memang mengalami gangguan jiwa berat dan itu sudah lama,” kata Kapolsek.

“Kini, Nasir dalam pemantauan dan pengawasan ketat kami. Polisi, TNI, Pemerintah Desa dan warga akan menjaga Nasir agar tidak melakukan hal negatif lainnya,” kata dia.

www.tribunnews.com