JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Keraton Cabut Izin Muslim United, Sejumlah Persiapan Telah Dilakukan Mulai Bayar Hotel, Catering Diklaim Telah Habis Sekian Ratus Juta

Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

Keraton Yogyakarta. Republika

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM — Penolakan terhadap acara yang digelar di Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta oleh pihak Keraton Yogyakarta dianggap terlalu mepet. Surat penolakan tersebut baru dikeluarkan pada 28 September 2019.

Acara sedianya akan diadakan pada 11 hingga 13 Oktober 2019, atau hanya sekiar 2 minggu setelah dikeluarkannya penolakan.

Sebelum adanya penolakan tersebut, berbagai persiapan pun sudah dilakukan dari jauh-jauh hari.

“(Acara) Tidak boleh. Tapi kan kita sudah terlanjur bayar hotel, catering sekian ratus juta, gimana? Mepet gitu, masa harus dibatalkan,” kata Marbot Masjid Gedhe Kauman, Prayuti saat ditemui di Masjid Gedhe Kauman, Kamis (10/10/2019).

Ia mengatakan, surat perizinan untuk menggunakan kawasan masjid, termasuk Ndalem Pengulon dan Alun-alun sudah diajukan dan diterima keraton pada 31 Juli 2019 lalu. Setelah diterima, keraton mengeluarkan izin pada 5 Agustus 2019 untuk menggunakan masjid.

Baca Juga :  Mayoritas Kapanewon di Sleman Masuk Zona Merah, Dinkes Bakal Lakukan Rapid Tes untuk Pengungsi Merapi

“Tapi tidak boleh di Alun-alun,” kata Prayuti.

Kemudian, keluar kembali surat yang ditandatangani oleh Penghageng Kawedanan Hageng Panitrapura Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Condrokirono pada 28 September. Surat tersebut melarang kegiatan tersebut dilakukan baik di masjid, Alun-alun maupun Ndalem Pengulon.

“28 September GKR Condrokirono tidak membolehkan. 1 Oktober keluar lagi dari KGPH Hadiwinoto itu mencabut izinnya,” jelasnya.

Untuk itu, acara akan tetap berlanjut. Namun, hanya di masjid dan halaman masjid yang akan digunakan.

Baca Juga :  Hadapi Cuti Bersama Akhir Desember 2020, Gubernur DIY Minta Perketat Pengawasan Hotel

“Kan ini sudah terlanjut persiapannya. Sudah banyak biaya. Mudah-mudahan (tidak ada sanksi) ya. Kalau kita dari panitia tetap jalan,” ujarnya.

Sementara Ndalem Pengulon, kawasan depan masjid dan Alun-alun tidak akan dipakai untuk acara. Hal ini dilakukan untuk menghormati keputusan dari pihak keraton.

Bahkan, pihak panitia dan masjid pun telah beberapa kali melakukan mediasi ke keraton. Namun, hingga saat ini masih belum ada perizinan yang diberikan.

Ia pun meminta maaf kepada keraton terkait hal ini. “Kami mohon maaf pada keraton dan kalau barangkali kami lancang. Mohon maaf karena sudah terlanjur seperti ini. Kami mohon dengan sangat hormat,” ujarnya.

www.republika.co.id