JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Akademia

Keren, Mahasiswa ISI Solo Ini Ciptakan Alat Musik Dari Batu. Stalaktit di Goa Tabuhan Pacitan Pun Diberdayakan Hasilkan Irama Merdu 

Salah satu kegiatan pentas menabuh stalaktit di Goa Pacitan Jatim yang dipimpin Teki Teguh Setiawan asal ISI Solo. Foto/Istimewa
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Salah satu kegiatan pentas menabuh stalaktit di Goa Pacitan Jatim yang dipimpin Teki Teguh Setiawan asal ISI Solo. Foto/Istimewa

PACITAN, JOGLOSEMARNEWS.COM Pernahkah anda membayangkan jika batu stalaktit di dalam goa ternyata bisa menjadi alat musik. Sepintas memang agak tak lazim.

Namun di tangan Teki Teguh Setiawan,  batu yang biasa menggantung di langit-langit goa itu ternyata bisa diberdayakan menjadi sumber irama layaknya alat musik yang mengeluarkan bunyi menarik.

Tak hanya sekadar bereksperimen, Teki yang juga mahasiswa semester akhir pascasarjana di Institusi Seni Indonesia (ISI) Surakarta itu juga secara khusus menggelar kegiatan seni bertajuk Mudhar Dwani Guha.

Mudhar Dhani Guha diambil dari bahasa Sansekerta yang terdiri dari tiga suku kata. Mudhar berarti menggelar, Dwani berarti suara dan Guha berarti goa.

Baca Juga :  Untuk Bayar Listrik Saja Tak Ada Dana, Wali Kota Solo Kembali Usulkan Opsi Pengunduran Pilkada
Foto/Istimewa

Kegiatan menabuh stalaktit dari batu itu digelar jauh di wilayah Pacitan, Jawa Timur.

Lokasi itu dipilih lantaran banyak memiliki stalaktit. Kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Teki mengatakan kegiatan itu dilakukan sebagai penunjang Tugas Akhir Pascasarjana ISI Surakarta untuk Minat Penciptaan Seni Musik.

Hal itu digelar dengan melibatkan mahasiswa S-1 ISI Surakarta dan sebagaian dari alumni ISI.

“Ini dalam rangka ujian. Kegiatan yang kami lakukan yaitu menabuhi stalaktit goa tabuhan dan pengkarya menciptakan alat,” paparnya Senin (21/10/2019).

Baca Juga :  Buka Baju di Hadapan Mahasiswa, Rektor Uniba Solo Dengan Lantang Berseru Siap Mundur dari Jabatan. "Intervensi Yayasan Terlalu Kuat, Ini Sangat Berat"!
Foto/Istimewa

Teki menguraikan selain penunjang tugas akhir, kegiatan menabuh stalaktit menjadi alat musik irama itu juga sebagai wahana agar masyarakat  tetap menjaga dan melestarikan kesenian bermusik menabuhi stalaktit yang dilakukan di Goa Tabuhan.

“Saya juga menciptakan alat musik dari bahan batu juga Mas. Harapan saya, agar keberadaan stalaktit sebagai alat musik bisa tetap dijaga dan dipertahankan,” tukas Teki yang bertindak selaku pengkarya sekaligus pemrakarsa kegiatan. Wardoyo