JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kinerja Pemerintahan Yuni-Dedy Dinilai Gagal oleh Sebagian Kiai-Kiai Sepuh NU, Bupati Yuni: Terimakasih, Ditunggu Masukan Solusinya! 

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Foto/Wardoyo
Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati mempersilakan masyarakat dan elemen untuk menyampaikan aspirasi maupun kritikan terkait kinerja pemerintahannya.

Namun ia berharap kritikan yang dilontarkan hendaknya juga bisa dibarengi dengan solusi pemecahan masalah. Hal itu disampaikan bupati menanggapi kritikan pedas dari sejumlah kalangan kiai Nahdlatul Ulama (NU) yang mengaku kecewa dan menilai banyak program bupati yang gagal menyejahterakan masyarakat.

“Saya berterimakasih, itu bagian dari kritikan yang disampaikan para kiai sepuh. Itu hak mereka untuk menilai,” papat bupati kepada wartawan ditemui di pendapa rumdin bupati belum lama ini.

Bupati kemudian menguraikan pada dasarnya insiden gagal panen yang dialami sebagian petani di Sragen Utara, banyak faktornya.

Baca Juga :  Segera Dibuka Bazar Batik dan Kuliner di Kliwonan Masaran. Harga Dijamin Ramah di Kantong, Simak Jadwalnya!

Menurutnya jika memang itu menjadi bahan kritikan menilai kinerja pemerintahannya belum baik, ia pun menerima.

“Nggak papa kalau tidak berkenan dan  mengajukan kritikan, kami terima. Dan ditunggu sarannya juga. Jadi jangan hanya kritikan saja. Yang jelas kami (pemerintah) juga tidak tinggal diam. Bupati kan nggak diam saja,” tukasnya.

Sementara, Wabup Dedy Endriyatno memandang pro kontra itu hal biasa. Soal kinerja pemerintahan Yuni-Dedy yang mendapat sorotan dari kalangan kiai sepuh NU dinilai gagal di satu bidang, menurutnya hal itu wajar.

Akan tetapi ia menyebut bahwa tolok ukur keberhasilan ada parameter program kerjanya.

Baca Juga :  Sragen Raih Penghargaan Meritokrasi, Wakil KASN: Jangan Ada Riwayat dengan Bos!

“Kalau ada yang menganggap gagal panen sebagai tolok ukur, gagal panen kan banyak faktor penyebabnya,” terangnya.

Ia menyebut misalnya prakiraan dari BMKG bahwa hujan diperkirakan hanya lima bulan pada tahun depan. Hal itu tentu akan menjadi permasalahan serius bagi pertanian yang harus diantisipasi.

Kemudian ada faktor lain, yakni tingginya target produktivitas padi dari pemerintah pusat untuk Sragen, juga menjadi hal yang perlu dikaji.

Sebab tingginya target produksi itu akhirnya memaksa petani menanam padi di musim kamarau yang harusnya ditanami palawija.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com