JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Kisah Darto, 30 Tahun Ngojek di Wamena Kini Terpaksa Harus Pulang ke Kampung Halaman Lantaran Jiwanya Terancam dan  Situasi Mencekam 

Kerusuhan di Papua. Foto/Tempo.co
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Kerusuhan di Papua. Foto/Tempo.co

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Kerusuhan yang terjadi di Wamena, Papua beberapa waktu silam menyisakan cerita duka bagi warga perantau. Tak terkecuali, bagi sebagian warga Karanganyar yang sudah lama merantau di Bumi Cendrawasih.

Kedamaian mereka selama bertahun-tahun merantau bahkan terpaksa membawa mereka harus pulang kampung lantaran situasi makin tak memberi untung.

Kisah kepedihan akibat dampak kerusuhan salah satunya dikisahkan Darto. Ditemui di kediaman orang tuanya yang berada di Dusun Sutan, Rt 04 Rw 02, Desa Karangturi, Kecamatan Gondangrejo, Darto mengungkapkan ia bersama 12 kerabatnya terpaksa juga harus pulang ke Karanganyar akibat kerusuhan Wamena.

Ia tiba di Karanganyar pada tanggal 5 Oktober 2019 lalu dengan menggunakan pesawat komersil.

Darto yang sudah 30 tahun tinggal di Wamena dan bekerja sebagai tukang ojek ini, terpaksa harus pulang karena jiwa mereka terancam sejak konflik di Wamena yang  terjadi sejak 23 September 2019 lalu.

Baca Juga :  Keren Ini, Muhammadiyah Karanganyar Siapkan Klinik Rawat Inap PKU Jatipuro Jadi Rumah Sakit Umum Islam. Sudah Layani BPJS Pula

Menurut Darto, sebelum meninggalkan Wamena, mereka mengungsi di Polres setempat selama satu minggu. Untuk biaya kepulangan ke kampung, Darto terpaksa minta dibelikan tiket kepada saudaranya yang ada di Karangturi.

Ia mengatakan biaya tiket penerbangan sebesar Rp 3,7 juta per orang.

“Kami harus pulang kampung untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang terjadi. Karena memang situasi di Wamena sangat mencekam. Saya dan keluarga lain, harus meninggalkan semua harta benda yang ada di Wamena. Sampai sekarang, kami tidak tahu bagaimana nasib rumah dan harta yang lain,” ujarnya kepada wartawan, kemarin.

Darto menuturkan ia bersama warga lain, sangat berharap bantuan dari pemerintah Karanganyar, selama berada di kampung.

“Kami berharap bantuan dari emerintah selama berada di kampung. Nanti setelah situasi kembali normal, kami akan kembali ke Wamena,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pantauan Satu Jam Jelang Aksi Demo RUU HIP di Taman Pancasila Karanganyar, SPBU Siwaluh Tutup, Ratusan Aparat Bersiaga

Terpisah, Kepala Desa Karangturi, Mulyani, mengatakan, telah melaporkan warganya tersebut, kepada Dinas Sosial.

“ Sudah kita laporkan ke Dinas Sosial, agar ada tindaklanjut dari pemerintah,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pembinaan Sosial Dinas Sosial Karanganyar, Marno mengatakan, warga Karanganyar yang kembali ke kampung halamannya tersebut, akan dilakukan pendataan dan verifikasi.

Apakah mereka yang pulang akibat kerusuhan atau  tidak. Setelah dilakukan verifikasi akan diberikan bantuan.

“Sementara diserahkan keluarga dulu biar pikiran tenang. Selanjutnya, nanti kita akan tanya, apa keinginan mereka, apakah pulang, ke Wamena atau tetap di Karanganyar. Bagi mereka yang lebih dulu pulang dengan menggunakan pesawat komersil. Juga akan kita klarifikasi, apakah kepulangan mereka sebelum konflik di Wamena atau saat terjadi konflik,” tandasnya. Wardoyo