JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Akademia

Unisri Surakarta Mewisuda 403 Lulusan Baru, 168 Diantaranya Cumlaude


141019wisuda unisri
Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta mewisuda 403 lulusannya, Sabtu (12/10/2019), di Auditorium kampus setempat. Istimewa

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta mewisuda 403 lulusannya, Sabtu (12/10/2019), di Auditorium kampus setempat. Sebanyak 168 lulusan diantaranya berhasil diwisuda dengan status cumlaud.

Upacara wisuda sarjana dan pasca sarjana tersebut dipimpin langsung oleh Rektor Unisri Surakarta, Prof Sutardi. Menurut Wakil Rektor Bidang Akademik Unisri Surakarta, Dr Rispantyo, sebanyak 403 sarjana baru yang diwisuda berasal dari program Pasca Sarjana 59 orang terdiri lulusan Magister Manajemen 28 orang, Magister Ilmu Hukum 11 orang dan Magister Administrasi Publik 20 orang. Sisanya sebanyak 344 orang adalah lulusan program S1 dari 14 program studi.

Baca Juga :  Mahasiswa FP UNS, Muhammad Safrudin Musthofa Juarai Lomba Esai Pagelaran Kapitu ZENEMIC UGM 2020

“Pada wisuda kali ini, Bekti Rahayu yang berusia 22 tahun empat bulan berhasil meraih predikat wisudawan sarjana tercepat karena dapat merampungkan studi selama 3 tahun 8 bulan dengan IPK 3,69. Sedangkan Jimu Prehatin berusia 20 tahun 10 bulan meraih predikat wisudawan sarjana termuda dengan IPK 3,64. Sejak berdiri hingga kini, Unisri Surakarta telah meluluskan 21.977 alumni, terdiri 19.624 program sarjana dan 2.353 Magister,” paparnya.

Sementara itu, dalam sambutannya, Rektor Unisri Surakarta, Prof Sutardi menegaskan pentingnya penguasaan teknologi informasi untuk hadapi revolusi industri 4.0.

Baca Juga :  Monumen Pers di Solo Bisa jadi Alternatif Tempat Belajar di Masa Pandemi. Begini Syaratnya..

“Saat ini kita memasuki era revolusi industri 4.0 dan era digital yang sifatnya sangat disruptive serta serba cepat. Karena kompetisi yang dihadapi semakin lama kian berat, maka tidak boleh terlena dan bersikap alon-alon waton kelakon.Kuasailah teknologi informasi dan komunikasi secara arif dan bijaksana, agar bisa sukses di era revolusi industri 4.0. Melalui cara demikian kita akan terbebas dari berbagai pelanggaran, baik etika dan kecakapan hidup lainnya,” tegasnya. Triawati PP