loading...
Lilyana Natsir saat memberikan pesan di acara konferensi pers audisi beasiswa bulutangkis Djarum di Karanganyar, Sabtu (26/10/2019). Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Mantan pebulutangkis ganda campuran Indonesia, Lilyana Natsir mengaku kagum dengan bibit-bibit pebulutangkis muda asal Solo Raya.

Hal itu diungkapkan saat memberikan sambutan di acara pers conference Audisi Beasiswa Bulutangkis Solo Raya yang digelar PB Djarum di Karanganyar, Sabtu (26/10/2019).

Di hadapan wartawan, pemain tomboi yang akrab disapa Butet itu mengaku baru kali pertama hadir di Solo. Ia mengaku kagum dengan talenta-talenta muda bulutangkis yang ada di Solo dan sekitarnya.

“Saya dulu umur 9 tahun, mukul saja belum bisa kena. Ini saya lihat atlet-atlet di Solo Raya ini sekarang masih umur 7, 8 tahun sudah bisa nyemash, ngecop, ngenet,” paparnya.

Butet kemudian menyampaikan dirinya juga terkesan dengan Solo lantaran telah banyak melahirkan legenda bulutangkis besar di negeri ini.

Baca Juga :  Pemkab Karanganyar Resmi Perpanjang Libur Sekolah TK hingga SMP Sampai 15 April 2020. Bupati: Buat Anak-anak Enjoy dan Sebahagia Mungkin, Jangan Diberi Tugas Berat!

Ia menyebut ada banyak pebulutangkis hebat dari Solo seperti Icuk Sugiarto, Joko Supriyanto, Bambang Supriyanto, Luluk Hadianto, dan Rian Agung Saputro. Nama terakhir ini merupakan pemain ganda putra kelahiran Karanganyar yang pernah meraih runner up kejuaraan dunia bersama Mohammad Ahsan.

Atas sejarah besar dan banyaknya talenta berbakat di Solo Raya itu, Butet sangat berharap event audisi beasiswa PB Djarum di Solo Raya bisa menjaring atlet-atlet usia dini yang berprestasi masuk ke final audisi di Kudus.

“Kalau sudah lolos ke Kudus, di sana ditempa latihan berat, disiplin tinggi. Mudah-mudahan salah satu dari mereka bisa jadi generasi penerus,” tuturnya.

Di akhir sambutan, Butet sempat berpesan bahwa semua tidak ada yang didapat dengan mudah dan instan.

Baca Juga :  Siap-Siap, Mulai Besok Jalan Utama di Kabupaten Karanganyar Bakal Ditutup Dari Papahan Sampai Siwaluh. Lockdown?

“Gagal coba lagi, gagal bangkit lagi sampai sukses. Yang sudah sukses jangan merasa sukses. Karena waktu jalan terus, pesaing-pesaing akan terus mengejar kita. Pesan saya motivasinya harus lebih tinggi lagi sampai sukses sehingga bisa jadi juara dunia, juara olimpiade di masa mendatang,” tandasnya. Wardoyo