loading...
Kondisi Bus Damri Trayek Nglangon-Bandara yang makin sepi dari peminat. Foto/Istimewa

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Nasib bus shuttle trayek Sragen-Bandara Adi Soemarmo Solo masih kembang kempis. Bus Damri yang disiapkan khusus melayani penumpang ke Bandara itu kini masih sepi penumpang.

Pihak Damri selaku penanggungjawab dan penyedia armada dinilai memaksimalkan sosialisasi yang dirasa masih minim.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Sragen, Muhari melalui Kabid Angkutan, Bintoro Setiadi, Selasa (22/10/2019). Kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , ia tak menampik kondisi bus Damri trayek Sragen-Bandara ibarat hidup segan mati tak mau.

Hal itu dikarenakan animo penumpang yang ke bandara memang masih minim.

“Ini masih menunggu evaluasi dari pihak manajemen Damri. Kemarin pas ada kunjungan dari manajemen Damri pusat kami sampaikan agar sosialisasi bisa lebih gencar lagi,” papar Bintoro ditemui di ruangannya.

Bintoro menguraikan saat ini, kondisi armada yang stand by masih ada antara tiga dan empat armada. Namun ada penyesuaian di mana jam operasionalnya tidak lagi dipatok jam akan tetapi lebih menyesuaikan kondisi penumpang di lapangan.

Baca Juga :  Usir Pageblug Corona, 2 Dukun Supranatural Sragen Turun Gunung Gelar Ritual di Alun-alun. Sebut Wabah Ini Peringatan Agar Manusia Tak Maksiat dan Eling Gusti!

Sebelumnya jam trayek ditetapkan jam 05.00 WIB pagi dari Sragen. Namun realitanya jam itu masih belum ada. Ketika dimundurkan, juga kondisi penumpang tak banyak berubah.

“Yang susah menyesuaikan jadwal keberangkatan dan keinginan penumpang. Makanya sekarang lebih pada menyesuaikan penumpang saja. Kalau ada pasti dilayani. Bahkan sampai malam pun dilayani. Terutama yang dari bandara ke Sragen selalu siap,” terangnya.

Bintoro menguraikan operasional bus Damri Sragen-Bandara memang berjalan hampir setahun. Mengingat kondisinya seperti itu, pihaknya berharap ada kajian dan sosialisasi lebih gencar agar masyarakat bisa tahu.

Sekarang ini, setiap hari memang masih berangkat antara dua sampai tiga kali layanan. Namun jumlah penumpangnya hanya segelintir antara dua sampai empat orang saja.

Bintoro Setiadi. Foto/Wardoyo

Namun kalau penumpang dari Bandara menuju Sragen, rata-rata lebih dari itu.

Baca Juga :  Kasus Penganiayaan 2 Warga PSHT di Mondokan Sragen, Polisi Amankan BB Kaos dan Celana Ada Bercak Darah. Sebut Pelaku Menganiaya Korban Sendirian

“Kalau pas ada rombongan, mereka kadang langsung kontak person ke pelayanan busnya. Sebenarnya dari kami, sosialisasi terus dilakukan. Karena dari segi tarif juga sangat kompetitif. Cuma Rp 40.000 sampai bandara bisa meringankan para penumpang,” tukasnya.

Selain faktor sosialisasi, mahalnya harga tiket pesawat beberapa waktu lalu juga berpengaruh pada animo penumpang. Ia berharap segera ada evaluasi dan upaya dari manajemen Damri sehingga keberadaan trayek itu bisa makin membaik. Wardoyo