JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Mantan Seteru Kini Bersatu, Prabowo Siap Bantu Jokowi di Bidang Pertahanan, Ini Daftar Kekayaannya

Prabowo Subianto dan Edhy Prabowo menyapa wartawan setibanya di Istana Negara, Jakarta, Senin (21/10/ 201) / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM  –
Dua tokoh yang ” berseteru” dalam ajang Pilpres 2019 lalu akhirnya bersatu. Setelah memenuhi panggilan Presiden Jokowi di Istana Negara, Senin (21/10/2019), Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyatakan dirinya diminta membantu memperkuat kabinet.

Prabowo bahkan spesifik menyebut dia diminta membantu Kabinet Jokowi Jilid II pada bidang pertahanan.

“Saya diminta membantu beliau di bidang pertahanan. Jadi beliau tadi berikan pengarahan dan saya akan bekerja keras mungkin untuk mencapai sasaran dan harapan yang ditentukan,” ujar Prabowo.

Prabowo datang ke Istana bersama Wakil Ketua Umum Gerindra Edhy Prabowo. Calon Presiden urutan nomor 2 pada Pilpres 2019 tersebut dan Edhy santer disebut akan mendapatkan posisi masing-masing sebagai Menteri Pertahanan dan Menteri Pertanian.

Baca Juga :  8 Tersangka Kasus Kebakaran Gedung Kejagung Diperiksa Bareskrim Polri, Hari Ini

Pada saat pencalonan Presiden dan Wakil Presiden 2019 para kontestan harus melaporkan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Ketua KPU Arief Budiman menyebutkan jumlah harta kekayaan Prabowo Subianto mencapai Rp 1,9 triliun.

“Prabowo, per tanggal 9 Agustus 2018, (harta kekayaannya) adalah Rp 1.952.013.493.659,” katanya di Kantor KPU, Jakarta, Senin (12/4/2019).

Berikut ini rincian harta kekayaan Prabowo yang pernah menjabat Komanda Jenderal Kopassus TNI AD:

– Harta Tanah dan Bangunan: Rp 230.443.030.000
– Alat Transportasi dan Mesin: Rp 1.432.500.000
– Harta bergerak lainnya: Rp 16.418.227.000
– Surat berharga: Rp 1.701.879.000.000
– Kas dan setara kas: Rp 1.840.736.659
– Harta lainnya: Rp 0 (nihil)
– Utang: Rp 0 (nihil)

Baca Juga :  Menko Luhut Buka-bukaan soal Omnibus Law: Saya Mulai Ketika Masih Jadi Menko Polhukam

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Indobarometer Muhammad Qodari menyebut bahwa Prabowo bisa menjadi menteri di Kabinet Jokowi Jilid II dengan tiga alasan.

Alasan pertama, Prabowo memiliki kedekatan dan bersahabat dengan Jokowi. Kedua, Qodari menyebut Prabowo ingin membuktikan idenya di bidang pertahanan, pangan, energi, dan air.

“Ketiga, beliau ini kan tentara tulen, dan menurut saya beliau ingin masuk dalam pemerintah dan mengeksekusi ide-ide mengenai pertahanan yang ada di kepala beliau,” ujarnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Sabtu (19/10/2019).

www.tempo.co