JOGLOSEMARNEWS.COM Market Ekbis

OJK Terus Genjot Program Inklusi dan Literasi Keuangan

surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus menerus menggenjot peningkatan program inklusi dan literasi keuangan. Salah satunya melalui pameran Solo Finansial Inclusion, Jumat-Sabtu (18-19/10/2019), di Mall Solo Paragon. Istimewa

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus menerus menggenjot peningkatan program inklusi dan literasi keuangan. Salah satunya melalui pameran Solo Finansial Inclusion, Jumat-Sabtu (18-19/10/2019), di Mall Solo Paragon.

Kepala OJK Solo, Eko Yunianto menuturkan, upaya peningkatan program inklusi keuangan dan literasi keuangan dilakukan guna meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Target inklusi keuangan khususnya di Kota Solo harus mencapai 70 persen hingga Desember 2019. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggelar pameran industri keuangan yang terdiri dari perbankan dan non perbankan yang sudah terdaftar di OJK ini sebagai lembaga keuangan sah,” urainya, Jumat (18/10/2019).

Baca Juga :  Viral Video Pria Tak Dikenal Pamerkan Alat Kelamin di Laweyan Solo, Ini Pengakuan Warga Sekitar

Eko mengakui, pemahaman masyarakat tentang inklusi keuangan telah mengalami peningkatan dari waktu ke waktu.

“Pemahaman masyarakat sudah tinggi terkait inklusi keuangan. Maka kami optimis bisa mencapai target karena sampai saat ini sudah banyak masyarakat yang paham dan muli melibatkan lembaga keuangan dalam usaha maupun menabung. Selain itu juga banyak dilakukan penandatanganan dari industri keuangan kepada masyarakat. Beberapa perbankan seperti Bank Solo juga sudah memberikan kredit Melati (Melawan Rentenir) dengan bunga yang rendah yaitu setengah persen setiap bulan. Kemudian bank Himbara juga menberikan suku bunga KUR yang rendah 5-6 persen ini sudah baik,” tandasnya.

Baca Juga :  Pasutri Asal Mojosongo Positif Corona Setelah Beberapa Hari Nol Kasus Covid-19 di Solo

Selain itu, industri keuangan juga sudah mulai paham terhadap kebutuhkan masyarakat sekaligus turut membantu kondisi keuangan maupun usaha yang sedang dijalani.

“Dan untuk literasi kami masih mengejar, setidaknya Kota Solo bisa sama dengan nasional yaitu diangka 35 persen. Tingkat literasi dan inklusi yang paling tinggi masih melalui perbankan. Untuk itu pihaknya juga akan mensosialisasikan industri keuangan selain bank, seperti asuransi, pasar modal, pegadaian, dan masih banyak lainnya,” tukasnya. Triawati PP