JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Peringati Hari Batik, Sanggar Seni Putra Sukowati Sragen Ajak Anak-anak Belajar Membatik. Juga Gelar Malam Seni Budaya dan Fashion Show di Masaran 

Para peragawati cilik asal Masaran saat berpose bersama di acara peragaan batik memeriahkan Hari batik Nasional yang diprakarasai Sanggar Seni Putra Sukowati, di Jirapan, Masaran, Sragen. Foto/Wardoyo

IMG 20191021 WA0051
Para peragawati cilik asal Masaran saat berpose bersama di acara peragaan batik memeriahkan Hari batik Nasional yang diprakarasai Sanggar Seni Putra Sukowati, di Jirapan, Masaran, Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Suasana meriah menghiasi Pendapa Sentono, Dusun Gondang, Desa Jirapan, Masaran, Sabtu (19/10/2019) malam.

Malam itu rupanya ada pagelaran seni budaya yang digelar memeringati Hari Batik Nasional 2019.

Pagelaran seni budaya itu diprakarsai oleh Sanggar Seni Putra Sukowati, Sragen. Ketua Sanggar Seni Putra Sukowati, Sudarno mengatakan malam  pagelaran seni dan budaya itu dihadiri oleh Camat Masaran Agus Winarno.

Pagelaran seni dan budaya dibuka dengan pagelaran kethoprak “Putra Budaya” asal Dusun Gondang, Jirapan di bawah asuhan Sanggar Seni Putra Sukowati.

Baca Juga :  Ora Suwe-Suwe, Pencairan Anggaran Semua SKPD dan Desa di Sragen Bakal Gunakan E-POS. Gak Bisa Selintutan, Kepala SKPD Bisa Tandatangan Darimana Saja!

Ketoprak dipentaskan dengan lakon Sinau Budaya. Tidak hanya pertunjukan kethoprak saja, malam pagelaran seni juga menampilkan fashion show batik, musik karawitan, dan pentas tari.

“Minggu pagi acara juga dilanjutkan dengan acara lomba mewarnai dengan tema batik dan workshop pembuatan batik bagi anak anak,” papar Sudarno kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Senin (21/10/2019).

Baca Juga :  Geger Pemuda di Teguhan Sragen Kota Ngamuk Lalu Nekat Bakar Rumah Orangtuanya Sendiri. Diduga Depresi Berat, Kondisi Ekonomi Orangtua Padahal Tidak Mampu

Sudarno menguraikan megiatan workshop dilakukan dengan tujuan untuk memberikan edukasi kepada anak bagaimana proses membatik.

IMG 20191021 WA0052
Pentas ketoprak. Foto/Wardoyo

Hal itu dimaksudkan untuk menumbuhkan rasa peduli terhadap kain batik yang keberadaannya sudah diakui oleh dunia.

“Sebagai sebuah organisasi komunitas yang bergerak di bidang seni dan budaya, Sanggar Seni Putra Sukowati ingin selalu konsisten untuk mengadakan acara dan mengajak masyarakat untuk selalu peduli terhadap seni dan budaya Indonesia,” tukasnya. Wardoyo