JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Protes Tak Dapat Praktik Nyetir, Ratusan Siswa SMKN 1 Gondang Sragen Demo Tulis Poster “Kapan Kita Nyetir Lagi Pak” 

Sejumlah poster berisi sindiran yang ditulis siswa SMKN 1 Gondang Sragen untuk mempertanyakan kelanjutan program menyetir gratis bagi siswa yang tak lagi diterima. Foto/Istimewa
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Sejumlah poster berisi sindiran yang ditulis siswa SMKN 1 Gondang Sragen untuk mempertanyakan kelanjutan program menyetir gratis bagi siswa yang tak lagi diterima. Foto/Istimewa

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM  Ratusan siswa kelas XII SMKN 1 Gondang Sragen memprotes kebijakan sekolah yang belakangan tak lagi mengajarkan praktik mengemudi bagi siswa. Aksi protes dilakukan dengan memajang poster dari kain bertuliskan tuntutan untuk segera mengaktifkan praktik mengemudi secara gratis untuk siswa.

Aksi protes itu dilakukan oleh siswa kelas XII jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) kemarin. Poster berisi sindiran dan pertanyaan soal praktik mengemudi itu, terpajang di sejumlah kelas XII jurusan TKR.

Poster yang dipajang di antaranya bertuliskan ” Kapan Kita Nyetir Lagi Pak”, “Montir Kudu Iso Nyetir” dan lain sebagainya.

Data yang dihimpun JOGLOSEMARNEWS.COM dari sejumlah siswa, aksi protes itu dilakukan lantaran sejak masuk tahun ajaran 2019/2020, siswa kelas XII TKR belum mendapat praktik nyetir atau mengemudi mobil.

Padahal sebelumnya, praktik setir gratis itu sudah berjalan di jurusan itu sampai terakhir tahun 2018.

“Biasanya ada program praktik setir mobil gratis mulai pukul 15.00-17.00 WIB. Sejak dulu ada kok sekarang nggak ada lagi. Ini ada apa?” ujar NA, salah satu siswa Kelas XII TKR, Jumat (11/10/2019).

Baca Juga :  Geger Perusakan Tugu Perguruan Silat di Sragen, Danrem 074 Surakarta Langsung Turun Gunung. Sebut Kalau Ada Oknum Yang Memanaskan Sragen, Siap Bantu Usut Provokatornya!

Menurutnya, aksi lewat poster itu terpaksa dilakukan sebagai wujud protes unek – unek siswa kepada guru yang tidak mau merespon usulan siswa. Sebab bagi siswa, sebagai calon montir mobil, kemampuan menyetir atau mengemudi sangat penting.

Menurutnya, buntur dari aksi itu, para siswa juga sempat mendapat intimidasi dan kata – kata yang tak pantas oleh salah satu guru.

“Kami juga setengah diancam kalau lulus ijazah tidak akan diberikan. Kami di maki – maki dengan kata yang tak pantas, padahal dia guru lho mas dan jadi waka di sekolah kami,” timpal D, siswa lainnya.

Bahkan para siswa ada yang diminta membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatan lagi. Meski setengah terpaksa, mereka akhirnya mengalah dan membuat surat pernyataan.

Terpisah, saat dikonfirmasi wartawan,

Kepala SMK Negeri 1 Gondang, Herlin Listyarini membantah jika program praktik nyetir dihentikan. Menurutnya yang ada adalah program itu memang dilaksanakan ketika siswa memasuki masa ujian, sedangkan saat ini masih pelajaran biasa.

Baca Juga :  Disambut Tepuk Tangan, Bupati Sragen Sampaikan Batalkan Rencana Perobohan dan Pembongkaran Semua Tugu Perguruan Silat. Kapolres Tekankan Semua Jaga Kamtibmas

“Saya baru 2 minggu dilantik ya Mas. Sehingga saya tidak tahu regulasi di situ. Ini baru saya mendalami anak-anak itu mengapa mereka protes wong memang belum waktunya. Praktik nyetir itu kalau nanti pas waktu semesteran, nanti sebagian anak praktik nyopir. Ini kan masih hari efektif sekolah, masih pelajaran dan belum testing,” paparnya dihubungi via telepon, Jumat (11/10/2019).

Ia menyebut bahwa anak-anak yang protes itu kurang koordinasi. Ia memastikan bahwa program nyetir itu tetap ada tapi memang belum waktunya. Menurutnya persoalan itu sudah ditangani dan dimungkinkan karena anak-anak tidak mengetahui.

Herlin balik menduga aksi protes siswa itu memang ada yang mendorong dan provokatornya.

“Saya baru dua minggu bertugas Mas. Ini baru menyelami yang ada di dalamnya. Saya juga belum tahu semuanya, untuk saat ini saya baru menangani hal-hal yang berkaitan dengan tugas saya dari provinsi. Mohon dibantu untuk kemajuan sekolah kami, mungkin tujuan Pak Gubernur saya dipindah ke situ biar sekolah bisa lebih bagus,” tukasnya. Wardoyo