loading...
Tanaya. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Audisi bulutangkis PB Djarum Solo Raya di Karanganyar yang ditutup Selasa (29/10/2019) menjadi catatan manis bagi Tanaya Ramadhani Putri Budiyanti.

Atlet kecil berusia 10 tahun itu sukses memastikan langkah ke final audisi di Kudus usai meraih Super Tiket kelompok U-11 putri.

Bagi keponakan Legenda Bulutangkis asal Solo Joko Supriyanto itu, super tiket itu menjadi amat berarti bagi perjalanan mimpinya menjadi atlet bulutangkis.

Sebab ia ingin mengikuti jejak pamannya, Joko Supriyanto untuk menjadi atlet hebat hingga juara dunia bulutangkis.

“Saya ingin meneruskan prestasi Pakdhe,” kata Tanaya, ditemui usai pertandingan, Selasa (29/10/2019).

Siswi kelas IV SDN Cemara II Solo itu mengaku sangat senang dengan raihan super tikrt ke final audisi itu. Menurutnya hasil itu sangat berarti bagi perjalanan mimpinya mewujudkan impian orangtuanya.

Baca Juga :  Jalan Utama Lawu Ditutup, Semua Pemudik Karanganyar Harus Diturunkan di Terminal Palur. Bus Via Tol Dikeluarkan Via Exit Tol Kebakkramat

“Saya juga ingin membahagiakan orang tua. Dulu Mama main bulutangkis, tapi tidak jadi atlet. Jadi meneruskan cita-cita Mama,” tuturnya.

Meski demikian, Tanaya mengaku super tiket ini diraih tak mudah. Ia sempat gagal di audisi pada 2017 dan 2018 lalu. Baru pada audisi tahun ini, dia berhasil meraih Super Tiket, setelah mengalahkan Jennifer Jovita Angel dari Pekalongan dengan skor 21-18 dan 21-10.

“Senang sekali, bisa dapat Super Tiket,” tuturnya.

Dia mengaku akan berlatih lebih intensif di Klub PMS Solo, tempatnya berlatih, sebagai bekal berlaga di final audisi di Kudus, 20-22 November.

Selama ini, Tanaya berlatih tiap hari di klub tersebut pada pagi dan sore, di sela waktu sekolah.

Baca Juga :  Kabar Baik, PDAM Karanganyar Beri Potongan 50 % Tagihan Air Semua Pelanggan untuk Bulan April dan Mei. Total Subsidinya Rp 3,6 Miliar

“Tiap hari berlatih. Fokus ke badminton,” ujar peraih juara di beberapa turnamen regional ini.

Meski jarang bertemu Joko Supriyanto, namun Tanaya selalu mengingat kalimat motivasi yang pernah disampaikan Pakdhenya.

“Kalau berlatih jangan nglokro. Kalau bertanding, jangan kalah. Kalau sering kalah, nanti tidak ada yang biayain,” imbuhnya. Wardoyo