JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Saat Bupati Karanganyar dan Sejumlah Pejabat Mendadak Diminta Naik ke Bus KPK. Ada Apa? 

Ketua KPK, Agus Raharjo saat bertemu dengan puluhan siswa SD di Karanganyar dalam roadshow anti korupsi. Foto/Humas
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Ketua KPK, Agus Raharjo saat bertemu dengan puluhan siswa SD di Karanganyar dalam roadshow anti korupsi. Foto/Humas

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Ada yang menarik saat kunjungan roadshow anti korupsi oleh KPK di Karanganyar kemarin.

Setelah Ketua KPK, Agus Raharjo memberi wejangan kepada puluhan siswa SD tentang perilaku korupsi, Bupati Karanganyar, Juliyatmono juga ambil kesempatan.

Ia turut mengajak semua siswa untuk jujur dan apa adanya. Kalau diberi uang untuk membeli sesuatu yang harus dibelikan jangan sampai tidak dibelikan. Kejujuran adalah modal utama untuk memberantas perilaku korupsi.

“Saya doakan semua anak Karanganyar sehat, pintar dan dapat menggapai cita-citanya,” ungkap Bupati Karanganyar.

Baca Juga :  Pembina Klub Sepakbola BFA Karanganyar Tuding Panitia Kongres PSSI Tidak Akomodatif. Ini Pemicunya!

Selanjutnya, mendadak Bupati dan jajaran forkominda diminta untuk masuk bus KPK. Namun bukan karena apa-apa, ternyata ada sesuatu yang ingin diperkenalkan.

Di dalam bus, rupanya sudah ada seperangkat komputer yang bisa mengecek daftar Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara publik (LHKPN).

Pada kesempatan itu, Ketua KPK juga melihat pelayanan cepat, tepat dan bersih dari masing-masing instansi. Misalnya Disdukcapil, Kejaksaan, Kepolisian, Samsat dan pelayanan lainnya.

Ketua KPK, Agus Raharjo sebelumnya sempat mengajak siswa SD di Karanganyar untuk berprilaku jujur. Sebab kejujuran salah satu alat untuk menangkal korupsi.

Baca Juga :  Drama Pengakuannya Bikin Geram, LBH Muhammadiyah Karanganyar Putuskan Siap Laporkan Oknum LSM ke Ranah Hukum Terkait Pemerasan Guru dan Kasek di 11 TK Aisyiyah

“Saya mengajak kalian semua (siswa SD, Red) untuk berperilaku jujur. Kalau diberi uang beli buku misalnya, Rp 10.000 harganya Rp 8000, kembaliannya Rp 2000 dikembalikan kepada ibu. Jika ingin beli beli jajan harus bilang sama ibu dulu. Sebab tindakan membeli makanan atau mainan adalah perilaku korupsi,” papar Agus dihadapan puluhan siswa SD di depan bus KPK yang di parkir dipelataran Plaza Alun-alun, Selasa (1/10/2019). Wardoyo