loading...
Foto/Humas Polda

PURWOREJO, JOGLOSEMARNEWS.COM  Polres Purworejo mengamankan sejumlah pelajar yang kedapatan membawa sajam saat hendak demo menolak RUU KPK dan RUU KUHP.

Kapolres Purworejo AKBP Indra K. Mangunsong memerintahkan Personel Polres Purworejo maupun polsek jajaran Polres Purworejo agar melakukan kegiatan masyarakat antara lain koordinasi dengan pemerintah Kabupaten Purworejo.

Polisi diterjunkan melakukan penyekatan di beberapa titik jalur yang memungkinkan dilewati pendemo di Magelang hingga kemarin malam.

Hasilnya, dari razia tersebut sedikitnya 24 siswa SMK diamankan di Polsek Bener.

Salah satu siswa yang kedapatan membawa senjata tajam dan terduga provokator sampai saat ini masih dalam pemeriksaan intensif.

“Polres Purworejo menggelar razia pada waktu anak-anak pulang sekolah, tadi ada puluhan siswa melintas kemudian menghindari kami dan masuk kampung. Kemudian kami kejar dan kami amankan untuk dimintai keterangan. Ada yang bawa senjata tajam juga, salah satu yang diduga provokatornya juga kami periksa,” kata Kapolres Purworejo dilansir Tribratanews Polda Jateng.

Baca Juga :  Kapolsek Bener di Purworejo Dimutasi, Kapolres Sebut Mutasi Adalah Hal Biasa!

Setelah dilaksanakan introgasi lebih lanjut diketahui ajakan mengikuti demo melalui media sosial dan pesan WhatsApp yang tersebar secara berantai juga terjadi di Purworejo.

Kali ini yang menjadi sasaran adalah pelajar STM/ SMK di Purworejo. Dalam pesan dengan tagar #PURWOREJOBERGERAK, seluruh siswa STM diajak untuk berangkat mengikuti aksi di Magelang.

Baca Juga :  Nekat Bergerombol Saat Corona Mewabah, Puluhan Pemuda dan Warga di Grobogan Kocar-Kacir Kepergok Razia Social Distancing Polisi

Dari 24 siswa yang diamankan, 18 orang diperbolehkan pulang setelah dijemput orang tuanya masing-masing dan membuat surat pernyataan. Sedangkan 6 lainnya diamankan di Mapolres Purworejo guna penyidikan lebih lanjut dikarenakan ada yang mabuk, membawa sajam dan terduga sebagai provokator atau penggerak massa. JSnews