JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

24 Siswa Diamankan Karena Bawa Senjata Tajam Saat Hendak Demo RUU KPK. Mengaku Tergerak Karena Pesan WA Ini 

Foto/Humas Polda
Foto/Humas Polda

PURWOREJO, JOGLOSEMARNEWS.COM  Polres Purworejo mengamankan sejumlah pelajar yang kedapatan membawa sajam saat hendak demo menolak RUU KPK dan RUU KUHP.

Kapolres Purworejo AKBP Indra K. Mangunsong memerintahkan Personel Polres Purworejo maupun polsek jajaran Polres Purworejo agar melakukan kegiatan masyarakat antara lain koordinasi dengan pemerintah Kabupaten Purworejo.

Polisi diterjunkan melakukan penyekatan di beberapa titik jalur yang memungkinkan dilewati pendemo di Magelang hingga kemarin malam.

Hasilnya, dari razia tersebut sedikitnya 24 siswa SMK diamankan di Polsek Bener.

Salah satu siswa yang kedapatan membawa senjata tajam dan terduga provokator sampai saat ini masih dalam pemeriksaan intensif.

Baca Juga :  Dalam Dua Hari pada Akhir Pekan, Dua Pengendara di Kudus Tewas di Jalan

“Polres Purworejo menggelar razia pada waktu anak-anak pulang sekolah, tadi ada puluhan siswa melintas kemudian menghindari kami dan masuk kampung. Kemudian kami kejar dan kami amankan untuk dimintai keterangan. Ada yang bawa senjata tajam juga, salah satu yang diduga provokatornya juga kami periksa,” kata Kapolres Purworejo dilansir Tribratanews Polda Jateng.

Setelah dilaksanakan introgasi lebih lanjut diketahui ajakan mengikuti demo melalui media sosial dan pesan WhatsApp yang tersebar secara berantai juga terjadi di Purworejo.

Baca Juga :  15 Duta Pondok Pesantren Terima Uang Pembinaan Rp 125 Juta dari Pemprov Jateng

Kali ini yang menjadi sasaran adalah pelajar STM/ SMK di Purworejo. Dalam pesan dengan tagar #PURWOREJOBERGERAK, seluruh siswa STM diajak untuk berangkat mengikuti aksi di Magelang.

Dari 24 siswa yang diamankan, 18 orang diperbolehkan pulang setelah dijemput orang tuanya masing-masing dan membuat surat pernyataan. Sedangkan 6 lainnya diamankan di Mapolres Purworejo guna penyidikan lebih lanjut dikarenakan ada yang mabuk, membawa sajam dan terduga sebagai provokator atau penggerak massa. JSnews