loading...
Loading...
Ilustrasi siswa pakai masker cegah asap. Foto/Tempo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Masyarakat di sekitar kawasan  Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Mojosongo, Solo, masih terpapar asap dari kebakaran yang belum padam sepenuhnya. Kondisi ini sejak dua belum yang lalu, namun kondisi asap semakin parah baru enam hari belakangan ini.

Bahkan sejumlah warga Karanganyar dan Solo terpaksa harus mengungsi ke luar dari perkampungan karena asap yang menyerang rumah mereka.

Mereka khawatir terjangan asap bakal mengancam keseharan dan mengakibatkan sesak nafas dan batuk-batuk yang mulai menyerang warga sekitar.

Salah satu warga yang terpaksa mengungsi adalah Ambarsari (28) warga Sulurejo RT 08/09, Gondangrejo, Karanganyar. Asapnya terlalu tebal apalagi jika malam hari anginnya ke arah utara. Apalagi dirinya juga memiliki anak kecil sehingga harus mengunsi ke rumah orang tuanya.

Baca Juga :  Awas, Besok BPK Bakal Periksa Pengelolaan Keuangan di Karanganyar. Belanja Langsung 2020 Capai Rp 1,02 Trilyun

“Sudah lima hari ini keluar rumah. Takut anak-anak sakit makanya saya titipkan ke rumah orang tua,” paparnya Jumat (11/10/2019).

Ambar menuturkan dampak asap,  anaknya sempat  batuk dan sesak nafas. Akhirnya dibawa ke Puskemas untuk mendapat bantuan pernafasan dan diberi uap untuk anaknya.

Sebelumnya Dinas Kesehatan Kota (DKK) memberikan pemeriksaan dan pengobatan gratis bagi puluhan warga Jantirejo, RT 3/39 Mojosongo, Solo yang terdampak asap kebakaran TPA Putri Cempo.

Baca Juga :  Bupati Karanganyar Bakal Buat Survey Pembentukan Provinsi Solo Raya. Siapa Yang Setuju?

Mereka mendapatkan pengecekan kesehatan seperti  pemeriksaan tekanan darah, konsultasi kesehatan dan pemberian obat kepada warga yang merasakan sakit, baik itu batuk, sesak nafas maupun penyakit lainnya. Wardoyo

Loading...