loading...

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Dalam rangkaian Bulan Bahasa, sekitar 160 orang siswa SD Pangudi Luhur Timotius, Surakarta digembleng ilmu dan praktik jurnalistik dan menulis.

Tak hanya dikenalkan dengan pengertian jurnalistik dasar, seluruh siswa kelas 5 dari lokal A, B, C dan D tersebut juga dikenalkan dengan praktik melakukan peliputan dan menulis berita.

Materi jurnalistik tersebut diberikan oleh Wakil Ketua PWI Surakarta, Didik Kartika Putra dan jurnalis serta penulis, Hamdani MW.

Pertama kali, para siwa diberi pengertian dasar mengenai sebuah berita dengan rumus 5W + 1H. Materi tersebut diberikan dengan cara-cara yang mudah dipahami oleh anak-anak.

Terlihat anak-anak antusias mengikuti materi tersebut. Agar tidak membuat anak menjadi bosan, maka mereka turut dilibatkan dalam aktivitas berpikir dan berkreasi.

Pada hari pertama, anak-anak diminta untuk menulis pengalaman menarik yang pernah mereka alami. Anak-anak diberi kebebasan untuk menulis sesuai minatnya.

“Dan rata-rata dari masing-masing kelas, separuh menulis cerpen, sebagian lainnya puisi,” ujar Didik.

Baca Juga :  SD Muhamamdiyah 1 Ketelan Surakarta Raih Akreditasi A

Dari tulisan awal tersebut, jelas Didik, sebenarnya sudah kelihatan mana siswa yang telah memiliki bakat atau kebiasaan menulis dan mana yang belum.

Pada hari kedua, anak-anak diberi kesempatan untuk melakukan tugas peliputan. Mendapat tugas ini, hampir seluruh anak merasa gembira. Tiap-tiap kelas dibagi menjadi tujuh kelompok.

Kelompok-kelompok ini ada yang mewawancarai penjaga kantin, orangtua siswa, petugas keamanan, kepala perpustakaan sekolah, kepala sekolah, guru yang paling lama mengabdi, petugas kebersihan sekolah dan lain-lain.

Didik Kartika tengah membimbing anak-anak dalam menulis berita / Joglosemarnews

Sementara pada hari ketiga, secara bergantian per kelas, anak-anak diajak untuk menulis laporan peliputan di hari kedua di laboratorium komputer. Dari hasil tulisan tersebut, diambil secara acak untuk dibahas bersama-sama.

“Ini adalah dunia anak, maka bahasanya juga bahasa setingkat anak-anak. Jadi tidak seperti di koran-koran pada umumnya,” ujar Didik.

Hamdani menambahkan, yang paling penting dalam praktik liputan tersebut adalah proses mereka merumuskan pertanyaan, belajar berkomunikasi dengan orang baru, mengasah mental serta melatih keterampilan menulis.

Baca Juga :  Unisri Produksi Hand Sanitizer untuk Dibagikan Pada Masyarakat

Tidak hanya berhenti sampai tiga hari, workshop tersebut dilanjutkan dengan pembentukan grup penulis cilik, sebagai ajang belajar bersama tentang menulis kreatif.

“Dan karya yang terkumpul ini, akan kita seleksi untuk diterbitkan menjadi satu buku,” ujar Didik Kartika.

Sementara itu, Kepala Sekolah SD Pangudi Luhur Timotius Surakarta, T Marsono Adi W, S.Pd mengatakan bahwa Bulan Oktober merupakan bulan bahasa.

Dalam kaitan itulah, sekolah mengadakan beberapa kegiatan yang terkait dengan kebahasaan, salah satunya adalah workshop jurnalistik.

Melalui kegiatan tersebut, Adi berharap anak-anak bisa mendapatkan wawasan pengetahuan tentang jurnalistik dan latihan menulis. suhamdani