JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Akademia

Uniba Solo Delegasikan 15 Mahasiswanya Dalam Cultural Exchange Student- UTEM Malaysia 2019

Universitas Islam Batik (Uniba) Solo mendelegasikan mahasiswanya dalam Program Cultural Exchange Student yang diselenggarakan oleh UTeM Malaysia. Sebanyak 15 delegasi di lepas langsung olej Rektor Uniba Solo, Jumat (25/10/2019). Istimewa
loading...
Universitas Islam Batik (Uniba) Solo mendelegasikan mahasiswanya dalam Program Cultural Exchange Student yang diselenggarakan oleh UTeM Malaysia. Sebanyak 15 delegasi di lepas langsung olej Rektor Uniba Solo, Jumat (25/10/2019). Istimewa

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Universitas Islam Batik (Uniba) Solo mendelegasikan mahasiswanya dalam Program Cultural Exchange Student yang diselenggarakan oleh UTeM Malaysia. Sebanyak 15 delegasi di lepas langsung olej Rektor Uniba Solo, Jumat (25/10/2019).

Menurut Kepala International Office Uniba Soolo, Supawi Pawenang, pengiriman delegasi pada Program Cultural Exchange Student yang diadakan oleh UTeM Malaysia ini merupakan bentuk implementasi kerjasama dengan institusi pendidikan Luar Negeri antara UNIBA Surakarta dengan UTeM Malaysia. Program ini merupakan program tahun ke dua, setelah sebelumnya UNIBA Surakarta juga mengirimkan delegasi untuk program Student Exchange ke UTeM Malaysia pada tahun 2018.

“Pada tahun ini, tahun 2019 UNIBA menggandeng sejumlah institusi rekanan UNIBA Surakarta untuk turut berpartisipasi dalam program ini. Adapun rekanan-rekanan tersebut adalah SMA Batik 1 Surakarta, SMA Batik 2 Surakarta, SMK Batik 2 Surakarta, dan STIE Surakarta,” urainya.

Baca Juga :  Sritex, Batik Keris dan Duniatex Produksi Masker Non Medis yang Bisa Dicuci Seharga Rp 5.500

Program tersebut akan diselenggarakan selama 8 hari, yaitu mulai tanggal 27 Oktober hingga 4 November 2019. Kegiatan-kegiatan pada program tersebut meliputi bidang pendidikan dan kebudayaan. Selain bidang pendidikan dan kebudayaan, para peserta Program Cultural Exchange Student 2019 ini akan diajak untuk mempelajari kondisi sosial serta sistem-sistem sosial di Malaysia. Sehingga para delegasi akan diajak terjun ke masyarakat untuk lebih memahami struktur, sistem, serta kebudayaan masyarakat di sana secara lebih riil.

“Menghadapi era global saat ini, mahasiswa harus dipersiapkan sedemikian rupa agar dapat mempertahankan eksistensi mereka. Selain pembekalan keilmuan, mahasiswa juga harus dibekali dengan soft skill serta membentuk cara berpikir yang terbuka. Harapan dari adanya kegiatan ini adalah terciptanya lulusan yang memiliki kompetensi serta kepercayaan diri untuk terjun ke dunia global. Selain itu, mahasiswa juga diharapkan memiliki pemikiran-pemikiran terbuka,” tandas Supawi. Triawati PP