JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

1.200 Bungkus Rokok Bodong Disita Satpol PP Karanganyar dari 3 Kecamatan. Harganya Ternyata Bikin Geleng Kepala! 

Tim Satpol PP Sragen saat melakukan operasi rokok bodong, Rabu (13/11/2019). Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Tim Satpol PP Sragen saat melakukan operasi rokok bodong, Rabu (13/11/2019). Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Tim Satuan Polisi Pamong Praja, menyita sebanyak 60 dus atau sekitar 1.200 bungkus rokok tanpa cukai dari sejumlah toko yang berada di beberapa kecamatan.

Ribuan bungkus rokok bodong itu diamankan dalam operasi cukai di wilayah Kecamatan Kebakramat, Mojogedang, dan Jenawi.

Penyitaan ribuan bungkus rokok illegal ini, dilakukan dalam operasi cukai tembakau yang dilakukan oleh Satpol PP Karanganyar.

Kepala seksi (Kasi) Penindakan Perda Satpol PP Karanganyar, Joko Purwanto, menyatakan, operasi cukai ini dilakukan setelah sebelumnya, tim Intel Satpol PP melakukan penyelidikan terkait semakin maraknya peredaran rokok legal ini di masyarakat.

Baca Juga :  Satu-Satunya di Karanganyar, SMA Ini Punya Kelas Unggulan 2 Tahun Lulus. Kasihan Murid Jenuh Kelamaan di Rumah, 432 Siswa Langsung Dimasukkan Untuk Ikuti Orientasi Sekolah

Berdasarkan hasil pengamatan tersebut, ujar Joko, tim Satpol PP langsung melakukan operasi dan berhasil mengamankan ribuan bungkus rokok tanpa dilengkapi cukai tembakau.

“Penyitaan ini kita lakukan seteleh sebelumnya tim Satpol PP melakukan penyelidikan di sejumlah wilayah dengan semakin maraknya peredaran rokok illegal. Selain melakukan penyitaan, kami juga memasang stiker himbauan kepada masyarakat untuk tidak membeli dan memasarkan rokok yang tidak dilengkapi dengan cukai tembakau,” jelas Joko Purwanto, Rabu (13/11/2019).

Baca Juga :  Hadapi Covid-19 dengan Menjaga Imunitas Tubuh

Menurut Joko, rokok illegal tersebut diperoleh para pemilik toko dari seseorang yang mengaku sebagai sales rokok. Rokok tersebut biasanya dibeli dengan harga Rp 4000 per bungkus dan dijual kembali seharga Rp 5000 per bungkus.

“Para pemilik toko mendapatkan rokok illegal ini dari sales rokok dengan harga yang cukup murah jika dibandingkan dengan rokok legal. Sedangkan untuk penjual rokok illegal ini, kami hanya melakukan pembinaan. Namun jika masih nekat, langsung kita ambil tindakan tegas,” ujarnya. Wardoyo